You are currently browsing the tag archive for the ‘keluarga, doa’ tag.

Doaku
Di tengah target pekerjaan yang menimbun, hari ini seperti benar-benar libur, nyaris tak ada progress, meski laptop seharian, bahkan sepertinya sejak semalam tidak mati, tapi nyaris tanpa mengerjakan apapun…
Oh, tidak, sejak semalam keluarga saya datang, entah sudah keberapa kian kali. Hanya untuk bersua, tak ada kepentingan lain. Tapi bagi saya, itu adalah kepentingan yang maha penting. Tak ada pembicaraan-pembicaraan serius, tapi berkumpul, phisically, adalah lebih bermakna dari segala diskusi atau keseriusan apapun. sejak dulu, bagi saya, momen berkumpul sepenuhnya adalah sebuah kemewahan, dan menjadi begitu sangat-sangat mewah sejak kepergian bapak. Waktu menjadi demikian berharganya sehingga hal hal lain seperti tidak terlalu penting, tak terkecuali pekerjaan atau lemburan.
Malam ini semua sudah pulang lagi, dan dengan bertepatan dengan malam Nishfu Sya\’ban doa saya semoga kami dipertemukan lagi, semoga dipertemukan dengan Ramadhan, semoga kelak dipertemukan dengan bapak, semuanya semoga dengan keadaan yang lebih baik.