You are currently browsing the tag archive for the ‘cinta’ tag.

Mohon ijin sedikit sharing. sudah sekian bulan berlalu sejak bapak meninggalkan kami semua sejak saya sekolah di kota, jika saya berangkat atau pulang naik bis saya selalu diantar-jemput ke/dari terminal terdekat Dulu biasanya bapak sendiri yg antar-jemput, setiap akhir pekan. mengantar atau menunggu di terminal dulu belum ada HP sehingga agak sulit berkomunikasi. Bapak akan setia menunggu sabtu sore ketika bis datang

Entah kenapa tadi malam menjelang pagi saya bermimpi dijemput bapak. uniknya bapak menjemput naik sepeda (biasanya pakai motor) uniknya lagi saya duduk di depan, di stang, mirip seperti anak balita, dan menghadap belakang, shg dpt melihat wajah bapak. wajahnya teduh dengan senyum kecil seperti biasanya. lekat saya memandangnya. dalam mimpi saya awalnya tidak sadar jk bpk sdh tiada lama-lama saya sadar kalau bapak sudah tiada. tapi saya hanya diam, menunggu..

Sesampai di sebuah jembatan, sudah dekat dari rumah, bapak berhenti dan turun dari sepeda Beliau berkata (dlm bahasa jawa): sudah ya sampai disini saja ya? saya sontak menangis sejadi-jadinya saya langsung memeluk erat sekali sambil berkata: pak saya kangen.. saya tahu bahwa itu hanya mimpi dan akan segera berlalu begitu bangun jadi saya meluapkan rasa kangen itu dengan erat memeluk bapak meski saya sadar bahwa itu hanya dalam mimpi

Pelan-pelan bapak menghilang dan sambil menangis saya membacakan doa sebisanya saya tidak tahu apakah mimpi itu hanya halusinasi atau memang dunia ruh itu masih bisa ada hubungan dg dunia kita wallahu a’lam tapi saya bersyukur untuk masih dapat memeluk bapak, walau dalam mimpi, entah itu benar bapak atau hanya halusinasi semoga bapak disana diberikan ketenangan, dilapangkan, dan selalu dirahmati Allah, ditemani sahabat2nya: amal baiknya

Selamat pagi kawan, jangan sampai dunia fana membuatmu lupa untuk selalu mendoakan kedua orang tua..

Foto diambil dari sini

Advertisements

ayat kursiAplikasi islami (islamic mobile application) berbasis Java untuk handphone/ponsel yang berisi Ayat Kursi ini dengan bacaan audionya, beserta transliterasi, terjemahan Bahasa Indonesia, Terjemahan Bahasa Inggris.
Versi Java MIDP 2.0

Download Aplikasi Ayat Kursi

“Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.s.,al-Baqarah:255)

Ayat Kursi merupakan sebutan untuk Ayat Al-Baqarah ayat ke 255. Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa ayat ini merupakan ayat teragung dari Kitabullah (HR. Muslim).

Keutamaan Ayat Kursi adalah:

a. Bahwa ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung di dalam Kitabullah secara umum karena ia memuat banyak sekali asma-asma Allah dan sifat-sifat-Nya.

b. Kesempurnaan Qayyûm-Nya, Qudrat-Nya, keluasan kekuasaan dan keagungan-Nya sehingga hal ini mengajak kita untuk mentadabburi dan merenungkannya.

c. Bahwa tidak terselubung dan luput satupun yang tersembunyi di muka bumi ataupun di langit oleh Allah Ta’ala “Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.” Hal ini mengandung konsekuensi keharusan seorang Muslim untuk menghayatinya di dalam seluruh kehidupannya.

d. Menetapkan adanya syafa’at dan bahwa ia tidak akan dapa diraih kecuali dengan beberapa persyaratan, diantaranya idzin dan ridla-Nya terhadap hal yang disyafa’ati, “Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (Silsilah Manâhij Dawrât al-‘Ulûm asy-Syar’iyyah – Fi`ah an-Nâsyi`ah)

Menurut Ibnu Athiyah, yang dimaksud dengan kursi, berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw, adalah makhluk Allah yang agung yang berada di antara Arsy Allah swt, sedangkan Arsy Allah tentunya lebih besar berbanding kursiNya. Perbandingan antara keduanya seperti yang dituturkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Abu Dzar, “Bukanlah kursi Allah yang berada di Arsy Allah itu melainkan hanya seperti sebuah lingkaran besi yang dilemparkan di salah satu penjuru bumi”.

Ayat al-Kursi merupakan satu-satunya ayat yang dalam redaksinya ditemukan tujuh belas kali kata yang menunjuk kepada Allah swt. Enam belas diantaranya terbaca dengan jelas dan satu tersirat. Perhatikanlah terjemahan di bawah ini:

“Allah (1) Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia (2) Yang Maha Hidup (3) Kekal, (Tuhan) Tuhan yang terus menerus mengurus (4) (makhluk-Nya). Dia (5) tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya (6) apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah (7) tanpa izin-Nya (8). Allah (9) mengetahui
apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu Allah (10), melainkan apa yang dikehendaki-nya (11). Kursi (pengetahuan/kekuasaan)-Nya (12) meliputi langit dan bumi. Allah (13) tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah (14) Maha Tinggi (15)
lagi Maha Besar (16)

Dianjurkan membaca ayat Kursi seusai setiap shalat fardlu, ketika akan tidur dan dibaca di dalam rumah agar mendapat perlindungan Allah dan terhindar dari syaithan.

Saya telah membuat aplikasi Islami berbasis Java untuk handphone/ponsel yang berisi Ayat Kursi ini dengan bacaan audionya, beserta transliterasi, terjemahan Bahasa Indonesia, Terjemahan Bahasa Inggris.

Dikompilasi dari berbagai sumber:
http://bungakehidupan.wordpress.com/2008/11/15/tafsir-ayat-kursi-al-baqarah-255/
http://ibnutarmidzi.multiply.com/reviews/item/22
http://www.unhas.ac.id/~rhiza/arsip/tarbiyah2/tarb-98/tar-1014.htm

Tanpa terasa beberapa saat yang lalu hits di blog saya ini telah melampaui 100.000 hits kunjungan. Bukan sebuah angka yang kecil, apalagi blogger awam seperti saya 🙂

Dari awalnya hanya iseng, dengan hits harian bulanan yang satu dua, sampai sekarang hits nya sekitar 600-800an per hari.

Berikut grafik hits kunjungan bulanan sejak Juni 2006. Waktu itu saya masih ruwet-ruwetnya kuliah, jadi jarang sekali update blog. Baru sekitar April 2007 (setelah selesai kuliah) saya mulai menulis lebih sering dan kunjungan mulai naik. Sekitar Nopember 2007 hits blog ini mengalami lonjakan, seiring dipublikasikannya website inhandlearning.com di beberapa tabloid dan di MetroTV.

mtamim_blogstat.jpg
Hits ini tentu harus menjadi motivator bagi saya untuk masih harus banyak belajar; belajar menuangkan ide, belajar memahami dan menghargai blog orang lain, belajar bahwa kita bukanlah manusia sempurna dan belajar untuk menulis dengan cinta… 😉

Keep blogging…

Kita tentu pernah mengalami bermacam-macam situasi yang menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan; kegembiraan, kesedihan, kegetiran, kebahagiaan, kekecewaan, suka, duka, kebencian, jatuh cinta, patah hati, dan setumpuk peristiwa lain yang datang silih berganti.

Namun, semua itu, baik yang kita inginkan untuk menghampiri hidup kita ataupun yang sebenarnya pingin kita hindari, semua adalah batu ujian dan sarana kita belajar memaknai setiap langkah hidup kita. Dengan itu semua kita dapat menjadi lebih dewasa dan mengerti hakikat hidup dan kehidupan, mengerti hakikat manusia dan kemanusiaan.
Semua itu telah dirancang dengan sangat baik oleh sang Disainer yang telah menentukan jalan hidup kita. “Tamu-tamu” itu telah diutus sedemikian rupa dari “seberang”, untuk memandu kehidupan kita.

Seperti dilukiskan oleh puisi Rumi berikut:

Guest House

This being human is a guest house
Every morning a new arrival
A joy, a depression, a meanness, some momentary awareness comes
As an unexpected visitor
Welcome and entertain them all!
Even if they’re a crowd of sorrows,
who violently sweep your house
empty of it’s furniture,
still treat each guest honorably
He may be clearing you out
for some new delight
The dark thought, the shame, the malice
meet them at the door laughing
and invite them in.
be grateful for whoever comes,
because each has been sent
as a guide from beyond.

(Matsnavi – Jalaluddin Rumi)

(Terjemahnannya kurang lebih berikut ini)

Rumah Tamu

Manusia adalah sebuah rumah tamu
Setiap pagi ada kedatangan baru
Kegembiraan, kegundahan, keburukan, kesadaran sesaat datang
Sebagai pengunjung tak diundang
Sambut dan jamulah mereka semua!!!
Meski mereka adalah kerumunan nestapa,
yang dengan kejam merampas seisi rumah
Dia mungkin sedang memberimu kegairahan baru
Pikiran kelam, aib, dendam kesumat
temui mereka di pintu dengan tawa
dan undang mereka masuk
syukurilah untuk siapapun yang datang,
karena setiap dari mereka itu telah dikirim
sebagai sebuah penuntun dari seberang.

(Matsnavi – Jalaluddin Rumi)

Saya suka mengamati banyak orang. Bukan berarti ingin mencampuri urusan orang (saya adalah orang yang paling tidak suka turut campur urusan orang). Saya suka mengamati bagaimana orang bereaksi terhadap sesuatu, bagaimana dia menghadapi suatu persoalan, bagaimana memandang hidup. Dari sini saya belajar sedikit demi sedikit bagaimana memahami orang lain dan bagaimana ber-empati. Saya berusaha tidak mudah untuk menghakimi seseorang, meskipun dia di-cap orang macam-macam. Saya akan berusaha memandang persoalan dari sudut pandang orang itu, bukan untuk mengikuti pendapatnya tapi lebih sebagai sebuah upaya untuk memahaminya sebagai seorang yang juga manusia.

Barangkali karena itu beberapa teman biasanya menjadi lebih respek. Tidak jarang teman-teman saya ini menjadikan saya sebagai tempat ‘curhat’ dan sangat terbuka. Saya juga tidak tahu kenapa. Saya sudah biasa mendengar cerita temen-teman yang dia bilang tidak pernah diceritakan kepada siapapun. Teman lain bilang ia hanya cerita tentang suatu masalah yang hanya dia ceritakan kepada saya dan ibunya. Yang lain bilang dia hanya cerita masalahnya kepada saya seorang, bahkan orang tuanya pun tidak tahu. (Akhir-akhir ini-pun masih ada saja beberapa email dari orang yang saya tidak kenal dan menanyakan beberapa masalah yang cukup serius.)
Dugaan saya, mereka bisa begitu karena saya biasa mengajak berkomunikasi dari hati ke hati. Saya berusaha melihat, mendengar dan menghadapi mereka sebagai “manusia”. Agak ironis juga karena seperti saya bilang, saya tidak suka campur tangan urusan orang, mereka justru blak-blakan dengan saya. Saya kadang takut juga ketika ada yang ‘konsultasi’ begitu ternyata solusi yang saya sarankan ternyata salah total, masalahnya persoalan yang ditanyakan seringakali adalah masalah yang sangat berat. Apalagi saya juga bukan tipe ‘conqueror’ yang ingin orang lain menjadi ‘pengikut’ saya.Namun, sisi positifnya, saya menjadi bersyukur karena dengan begitu saya jadi sadar bahwa persoalan-persoalan pribadi yang saya hadapi menjadi tidak ada apa-apanya dibanding persoalan teman-teman saya ini. Saya juga menjadi malu, karena kadang merasa sepertinya saya-lah orang yang paling menderita di dunia ini. 😀

Senang juga melihat perkembangan terakhir, yang konon katanya disebut sebagai Web 2.0, di mana bermunculan blog-blog yang bersifat sangat personal. Sampai-sampai para user internet ini ‘dianugerahi’ oleh majalah Time sebagai “Person of the Year 2006”. Munculnya para blog ‘manusia biasa’ ini banyak memberi pelajaran bagi saya. Dari blog ini kita dapat melihat bagaimana orang dengan beragam latar belakang, beragam sudut pandang, beragam pendapat, dengan beragam persoalan hidup bisa survive dengan caranya sendiri-sendiri. Saya suka blog-blog yang ‘menyuarakan’ suara hati. Artinya apa yang ditulis benar-benar sebagai sebuah curahan. Masalah setuju atau tidak dengan tulisannya itu masalah lain. Saya kurang begitu suka kalau blog hanya berisi artikel atau tulisan yang di-copy-pastekan 100% dari tempat lain tanpa sentuhan “manusia” si-empunya blog, karena esensi dari blog itu sendiri menjadi kabur. Dan ternyata banyak sekali tulisan-tulisan luar biasa yang menginspirasi saya, meskipun itu ditulis oleh para manusia biasa.Saya kira itu karena tulisan-tulisan tadi ditulis dengan hati..

Terima kasih para blogger, para penulis hati yang telah membuka sudut kecil ruang bathin kita
Terima kasih karena telah menunjukkan bahwa kita adalah “manusia” dan bukan robot, bukan setan dan bukan malaikat.
Teruslah menulis dengan hati
Teruslah menulis dengan cinta..

Selamat Tahun Baru 2008. Selamat Datang di blog saya.
Setelah sekian lama menulis di blog, rasanya belum pernah saya menyapa Anda-anda yang barangkali memang sengaja mampir atau kesasar di rumah maya ini.
Barangkali ada tulisan yang sempat anda baca mungkin ada yang bermanfaat, ada yang cuma ngawur, ada yang menyinggung perasaan.  Tidak ada maksud buruk, ini semua hanyalah upaya kecil saya untuk dapat berbagi dengan anda.
Ada banyak masukan yang saya terima terkait dengan beberapa tulisan saya ini, baik di komentar blog, via email, via SMS, via YM, atau secara langsung. Terimakasih untuk itu semua karena itu adalah media pembelajaran bagi saya juga untuk lebih dewasa dalam memaknai hidup.
Untuk itu maka saya sempatkan untuk menyapa anda, dengan cinta… 🙂

Di penghujung 2007. Sepertinya tidak terasa, terkadang terasa cepat, kadang sebaliknya. 2007 merupakan tahun yang banyak memberi hikmah bagi saya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama tahun ini, pengalaman manis, pahit sampai yang asem dan asin (hehehe).

Yang paling terasa tentu saja adalah akhirnya saya bisa menyelesaikan studi, setelah ‘terlunta-lunta di negri orang’ selama beberapa waktu lamanya. Dulu, ketika mengerjakan tugas akhir, bisa dikatakan menjadi masa-masa yang sangat sulit. Ketika teman-teman lain sudah menyelesaikan studi dengan cepat dan relatif mudah, saya (dan beberapa teman) sempat sedikit terganjal entah karena tema yang berat atau kendala lain. Yang semakin menambah stress, waktu itu ada isu bahwa yang tidak segera menyelesaikan studi akan dikenai biaya SPP yang kabarnya sampai 4-5 juta (arrghhh). Saya hanya mikirin, barang apa yang bisa dijual? Motor? Komputer? Saya sempat pulang kampung karena terlalu pusing. Ternyata di kampung malah ada gempa. Saya semakin lama di rumah, sampai akhirnya di-SMS temen karena dicari dosen pembimbing (biasanya dosen saya ini paling sulit untuk ditemui).

Setelah beberapa saat, akhirnya jalan itu mulai terbuka. Saya pindah kos, berganti lingkungan dan suasana, bergaul dengan teman baru. Dosen saya juga mulai mudah dan terbuka untuk komunikasi. Alhamdulillah akhirnya saya selesai juga. Meski demikian, selama di Bandung, banyak sekali saya terbuka wawasan. Saya sangat beruntung bertemu guru-guru yang luar biasa. Tidak saja mereka ini sekedar mentransfer ilmu, tapi lebih dari itu mereka mampu menjadi pembentuk karakter. Saya juga beruntung memiliki banyak teman yang banyak menjadi sandaran ketika gundah, atau sekedar pendengar yang baik dengan celotehan saya yang tak karuan 😀
After all, Bandung telah menjadi salah satu bagian dari saya..

Tahun 2007 juga menjadi hujan publikasi yang cukup bertubi-tubi. Beberapa liputan di media cetak banyak yang mengulas karya-karya saya yang mulanya saya buat dengan setengah iseng saja. Paling tidak ada 3-4 tabloid dan 1 majalah yang sempat terdeteksi mengulas beberapa karya saya. Yang cukup mengejutkan, Metro TV-pun mengundang saya untuk menjadi nara sumber di salah satu programnya, e-Lifestyle. Sebelumnya saya sebenarnya pernah berkelakar kalau suatu saat akan diwawancara di e-Lifestyle, ternyata terwujud. 😉

Yang paling asyik selama tahun ini adalah saya mulai aktif nulis di blog setelah kuliah selesai. Aktifitas ini ternyata membikin kecanduan. Saya sempat membuat beberapa blog, meski blog utama saya tetap di WP ini. Tulisan-tulisan saya, mulai dari yang agak serius sampai asal-asalan, dari masalah IT sampai keislaman, satu persatu muncul. Blog yang dulu pernah agak saya underestimate, ternyata adalah kekuatan luar biasa. Banyak pengalaman dan kenalan baru yang saya dapatkan.
Sampai saat posting ini dibuat, statistik blog saya ini adalah sbb:

Jumlah dikunjungi: 60,064
Best Day Ever: 901
Tulisan: 149
Komentar: 345
Kategori: 10

Meski belum apa-apa dibanding blogger lain, bagi blogger pemula, ini adalah statistik yang cukup membuat saya senang. Nampaknya aktifitas satu ini akan saya giatkan lagi tahun depan 😉 Apalagi saya mulai tergoda lagi dengan cita-cita masa kecil saya untuk menjadi penulis besar. hehehe..

Tahun ini saya juga banyak menjejakkan kaki di beberapa tempat yang lumayan jauh. Yang paling jauh tentu saja di Hanoi. Saya sebenarnya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan. Tapi perjalanan-perjalanan ini banyak membuka horizon berfikir saya. Ada banyak hikmah yang tersembunyi di mana-mana, tinggal kita pintar-pintar dalam mencari…

Sebenarnya banyak refleksi 2007 ini yang belum semua dapat ditulis. Bingung mau nulis apa :-D. Banyak pencapaian atau cita-cita yang sudah terpenuhi, beberapa bahkan melampaui harapan(meski bg anda mungkin hal biasa saja 😀 ). Ada pula cita-cita dan impian besar yang belum terpenuhi tahun ini.

Namun, dari semua itu, saya setiap saat seperti selalu saja tersentak dan tersadarkan, bahwa saya ini hanya manusia bodoh. Saya mengira saya ini sudah ‘tahu’ sesuatu hal,ketika tertampar tersadarkan, saya baru tahu kalau saya ini sebenarnya ‘tidak tahu apa-apa’. Itu selalu terjadi, lagi dan lagi..
Oleh karenanya saya wajib berterimakasih dan bertakzim pada para guru yang dengan sadar atau tidak sadar telah menjadi pencerah bagi saya. Guru yang pernah saya kenal dari alam nyata maupun dari dunia maya, guru yang orang terkenal sampai orang biasa. Guru yang tahu bahwa dia adalah guru, ataupun guru yang tidak sadar bahwa dia adalah guru saya.

Saya berterimakasih juga dengan kebersamaan dan persaudaraan dari kawan-kawan. Yang pernah saya bertatap wajahnya maupun yang hanya pernah bertemu secara online. Kawan-kawan yang setia bersama dalam suka dan duka, yang menjewer ketika saya khilaf, yang menghibur di kala duka, yang menyokong di kala saya terlunta, yang ikut tertawa di kala bahagia.

Tidak ada yang mampu membalas itu semua kecuali Tuhan. Saya tidak punya apa-apa..

Kita tatap 2008 dengan optimis, langkah yang pasti dan penuh cinta…