Berdoalah kepada-Ku niscaya akan aku ijabah (perkenankan) (QS 40:30)

Banyak diantara kita begitu mengagungkan apa yang kita miliki, apa yang kita bisa, apa yang kita kuasai. Kita mungkin memiliki uang yang lebih dari cukup untuk membeli apa saja, memiliki otak pintar yang dapat menyelesaikan masalah apa saja, punya segalanya di dunia. Terkadang tanpa sadar bahwa sebenarnya kita cukup pongah bahwa apa yang ada di kita ini semuanya hanyalah karena belas kasih dari Allah. Kita kadang terlalu pongah bahwa seolah-olah dengan daya upaya sendirilah kita membangun kesuksesan, mampu mengumpulkan banyak harta karena keahlian dan kepintaran kita tanpa perlu bantuan orang lain bahkan kadang menyepelekan peran Tuhan dan malah “menuhankan” ikhtiar. Kita seringkali lupa berdoa karena sudah sedemikian percaya dirinya dengan ikhtiar.

Berdoa sesungguhnya bukan sekedar ‘meminta’ dimana kita mungkin akan merasa tidak perlu berdoa jika kita sudah merasa cukup. Misalnya kita sudah merasa kaya dan banyak uang sehingga kita tak perlu berdoa meminta rizki atau merasa sehat perkasa, mampu menjaga hidup yang higienis, rajin olahraga sehingga tak perlu berdoa untuk kesehatan. Doa sesungguhnya adalah menunjukkan bahwa kita adalah makhluk lemah tak berdaya meskipun secara fisik kita seolah-olah mampu berbuat apapun untuk mewujudkan keinginan. Doa bukanlah ikhtiar atau usaha agae keinginan terpenuhi. Ibarat mau mengambil buah di pohon, doa bukan upaya menggoyang dahan supaya buah jatuh, tapi memohon belas kasih pemilik pohon.

Doa ibarat tabungan, meski doa tak segera dikabulkan sebenarnya ia adalah tabungan untuk keperluan lain yang mungkin tidak kita perhitungkan sebelumnya. Ibarat anak kecil yang selalu minta jajan, keinginannya itu kalau selalu dipenuhi mungkin suatu ketika ia akan memiliki tabungan cukup untuk membeli sepeda, ketika saatnya tiba. Jika setiap saat ia membeli jajan maka ketika kebutuhan penting lain tiba-tiba ada di hadapan tabungannya sudah habis karena tidak dipersiapkan.

Begitupun dengan doa, ketika semua doa langsung dipenuhi barangkali kita malah sudah tak punya tabungan lagi, apalagi jika kita jarang berdoa. Jika Anda rajin berdoa untuk ditambah rizki dan ternyata tidak segera dipenuhi, barangkali saja doa itu akan diijabah lain waktu atau diganti dengan cara lain, misalnya harusnya Anda itu sakit keras dan akan butuh banyak biaya untuk berobat dan rizki yang harusnya kita terima ‘tunai’ diganti dengan badan yang sehat.

Jadi meski doa kadang tidak semuanya segera diijabah teruslah berdoa karena ijabah itu bisa jadi akan ada di lain waktu maupun lain wujudnya.

(Pada kesempatan ini saya mohon doa untuk Ayah saya yang sakit syaraf di tulang belakang sehingga kesulitan bangun dan agak terganggu penglihatan sehingga agak kesulitan sholat jamaah dan membaca Quran)

Advertisements