Makan barangkali adalah urusan hidup mati. Tidak makan bisa menjadi jalan kematian,Namun, makan berlebihan dan tak pandang ‘bulu’ juga bisa menjadi jalan yang sama: makanan menjadi racun.

Dan ‘makan’ dalam konteks lebih luas memiliki pemaknaan serupa, keserakahan. Orang bisa bersembunyi di balik topeng masing masing untuk menampakkan wajah santun, misalnya kita ingin kaya karena bercita cita membantu orang banyak, membangun rumah ibadah, mau kebaikan ini mau itu. Meski tak semua orang seperti itu, topeng yang dikenakan yang kadang tak disadari oleh si pemakai sendiri.
Seperti juga kita harus makan, orang harus mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya, harus sejahtera dulu sebelum menyejahterakan orang lain. Tapi tidak kemudian menunggu menjadi super sejahtera lalu membantu orang. Tak perlu menunggu sampai punya mobil untuk memasukkan uang duapuluh ribu ke kotak amal. Kadang semakin ‘sejahtera’ seseorang justru semakin banyak berhitung untung rugi.

Mungkin kita harus belajar lebih filosofis makna dari kalimat yang diucapkan Nabi Muhammad, ‘Makanlah jika sudah lapar, dan berhentilah sebelum kenyang’

Advertisements