Mei barangkali memiliki tema besar yaitu perubahan. Bukan karena saya lahir di bulan ini sehingga menjadi momentum untuk melakukan perubahan 🙂 Mei belasan tahun lalu tak lepas dari perubahan berbangsa dan bernegara. Masih lekat di ingatan saya ketika jaman begitu otoriter, sehingga bahkan untuk menyebut sebuah nama saja harus berbisik-bisik, takut ada intel yang mendengar. Masih terbayang ketakutan dan dengkul gemetaran ketika tengah malam melewati jalanan lebar yang menjadi lorong sempit hanya setengah meter karena kiri kanan penuh dengan tentara, dengan moncong-moncong senapannya tepat dihadapan wajah atau ketika meringkuk sambil bertakbir ketakutan di imaman masjid karena polisi merangsek sampai masuk masjid menangkapi pendemo. Masih terngiang kawan-kawan berorasi di titik yang dikenal dengan sebutan Tangga Demokrasi, sambil bernyanyi lagu Darah Juang

Disini,
negeri kami.
Tempat padi terhampar luas,
samuderanya kaya raya.
Negeri kami subur, Tuan

Di negeri permai ini
berjuta rakyat bersimbah luka.
Anak buruh tak sekolah,
pemuda desa tak kerja.

Mereka dirampas haknya
tergusur dan lapar.
Bunda relakan darah juang kami
tuk membebaskan rakyat.
Padamu kami berjanji
tuk membebaskan rakyat

Ya, tapi itu dulu, masa muda ketika kita yang melihat ketidakberesan akhirnya bersuara, protes, menuntut, marah.. Dan kini apa yang dulu diimpikan pun ternyata masih jauh panggang dari api. Kini, di satu sisi jauh lebih baik dari dulu, tapi di sisi lain jauh lebih buruk. Kini, saya dan mungkin Anda yang dulu ikut turun ke jalan bukan lagi mahasiswa. Kini saya sudah bekerja dan memiliki tanggungjawab yang harus saya emban. Negara ini memang masih banyak salah urus. Masih banyak hal yang harus dibenahi. Kini tentu bukan saatnya kita hanya bisa protes, mengumpat, berkoar-koar saja. Kita kini memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi diantara ruwetnya benang kusut persoalan ini. Dan solusi ini harus kita perjuangkan sedini mungkin, meski setapak demi setapak, dengan upaya dan kemampuan kita masing masing. Meski seidh melihat kondisi sekarang ini kita tentu kemudian tak harus menyerah. Masih banyak orang baik di negeri ini dan masih banyak orang yang perduli dengan masa depan bangsa ini, entah kapan dan bagaimana saya yakin suatu ketika semuanya akan jauh lebih baik lagi.