Kadang satu tindakan kecil dapat berimbas jauh lebih besar dan lebih luas serta mempengaruhi banyak orang, bahkan seringkali tanpa disadari. Tindakan itu bukan hanya dapat dilakukan pejabat pengambil keputusan saja, dan itu hal yang wajar karena dia memang sebagai pemimpin, tapi bisa jadi tindakan serupa dilakukan oleh satu orang iseng dan tak bertanggungjawab. Ambil contoh kasus pencurian alat pendeteksi kegunungapian di Tangkuban Perahu yang bahkan sampai membuat petugas penjaga gunung api meninggal karena mengejar pencuri itu. Sungguh prihatin masih ada saja orang yang tega merusak dan mencuri alat sepenting itu, yang bisa jadi mempengaruhi ke banyak orang. banyak kasus serupa kita jumpai di tempat lain, misalnya pendeteksi tsunami yang belum lama dipasang ternyata sudah raib. Entah apa yang ada di pikiran orang yang mencuri itu.
Dulu, saat Merapi meletus juga ada saja orang iseng yang melakukan jamming jalur komunikasi sehingga frekuensi tak dapat digunakan. Tak tahu apa tujuannya. Padahal jalur komunikasi ini adalah tulangpunggung penyebaran informasi yang berurusan dengan hidup-mati banyak orang. Kalau yang mencuri alat deteksi gunung api atau tsunami masih bisa diperkirakan alatnya untuk dijual, barangkali si pencuri memang tak punya uang, tapi pelaku jamming jelas tak punya motif ekonomi. Barangkali memang orang itu tak punya motif dan lebih karena ‘sakit.’
Di luar negri ada juga kisah keisengan yang mengakibatkan kerusakan tak bernilai. Salah seorang gadis iseng ceroboh bermain api dan dalam beberapa jam sebuah pohon yang konon terbesar di dunia dan berumur ribuan tahun, dikenal dengan nama Senator, hangus dalam sesaat.
Sekali lagi motif tindakan orang orang ini mungkin macam-macam dari iseng, ceroboh, kebutuhan perut, atau karena sakit. Kalau dalam kriteria manusia menurut Ghazali manusia itu ada yang wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram. Entah mereka itu masuk kriteria mana.
Jadi hati-hati dalam semua tindakan kita. Segala sesuatu mungkin tak bisa bermula dari hal kecil, tapi hal kecil bisa jadi dapat memulai hal-hal besar, entah baik atau buruk.