Dalam Al Quran dijelaskan bahwa orang yang bersedekah akan memperoleh balasan yang jauh berlipatganda banyak. Ibarat menanam biji benih yang lalu tumbuh menjadi 7 bulir yang setiap bulir berisi 100 biji. Sebagai orang beriman tentu kita yakin dengan janji Allah itu. Namun, dalam prakteknya saya kira kemudian ada yang menyikapi dengan kurang tepat, yaitu niat orang bersedekah.

Setiap hari setiap manusia memiliki kebutuhan untuk hidup; pangan, sandang, papan dan kebutuhan lain. Dalam memenuhi kebutuhan itu seringkali kita masih saja kekurangan, sifat dasar manusia. Dalam hitungan bisnis untuk memperoleh laba orang berusaha terlebih dahulu, mengeluarkan modal dengan harapan mendapat untung. Sudut pandang bisnis inilah yang kadang terbawa ketika kita bersedekah. Kita mengeluarkan harta untuk bersedekah dengan pengharapan laba, dianggap seperti modal. Kita bersedekah 10.000 berharap besok mendapat 100.000.

Menurut saya, sedekah adalah bentuk pengejawantahan sifat Rahman-Rahim Allah dan bentuk tanggung jawab kita terhadap sesama. Entah balasan itu langsung diterima dengan segera dan instan ataukah baru kita peroleh di akhirat adalah kehendak Allah semata. Jikasaja ada kisah orang bersedekah lalu menjadi kaya, atau rezekinya lancar itu juga hak Allah untuk memberinya rezeki. Pun jika ada orang bersedekah tapi setelah itu bisnisnya justru malah seret, usahanya lebih susah itupun juga rahasia Allah. Tidak semua balasan yang kita terima dari amal kita akan langsung kita dapat.

Untuk bersedekah hendaknya luruskan niat, jangan hanya karena hitung-hitungan ‘bisnis’ untuk ingin memperoleh lebih banyak harta lagi, tapi niat itu semata karena Allah. Jika balasan itu tak kita terima disini sekarang justru bulir-bulir imbalan akan jauh lebih berharga jika kita terima nanti, di akhirat kelak.

Bagi kawan-kawan yang tengah dirundung susah karena bisnis di dunia online sedang dalam masa sulit, jangan patah semangat!

Advertisements