Steve Jobs hampir menjadi seperti sebuah legenda di dunia IT. Lahir dari ibu biologis yang masih muda, belum menikah Steve Job lalu tumbuh dan dibesarkan dalam keluarga yang mengadopsinya. Perjuangan hidupnya tak mudah mengingat orangtua adopsinya juga bukan orang berkecukupan bahkan untuk dia masuk ke universitas harus menghabiskan tabungan orangtuanya itu. Bahkan ketika kuliah pun ternyata dia harus mengambil keputusan besar, drop out, padahal untuk kuliah itu dia harus menghabiskan harta orangtuanya. Tapi memang itu sebuah keputusan besar yang terbaik. Karena DO Steve Jobs akhirnya mengambil kelas non reguler, yaitu kelas kaligrafi. Tapi inilah kemudian yang menjadi awal sejarah baru yang kemudian menjadi sangat fenomenal yaitu komputer Apple.
Ini adalah bagian dari pidato Comancement of Speech dari Steve Jobs di Stanford yang begitu memukau mengisahkan hidupnya (transkrip pidato ini dapat dibaca disini). Hal yang menjadi inspirasi dari seorang Steve Jobs ini menurut saya salah satunya adalah semangatnya untuk memberi perubahan kepada dunia. Apa yang dilakukan, karya yang dia hasilkan tak lagi hanya bertujuan mencari uang, tapi sebuah semangat untuk memberikan perubahan positif bagi dunia. Membuat apa yang tadinya tak mungkin menjadi nyata. Dari tangan Steve Jobs ini lah keluar perangkat-perangkat yang tak hanya sebagai produk yang memudahkan hidup, tapi juga karya seni yang indah dan elegan.


Dan ketika hari ini tersiar, kabar Steve Jobs meninggal masih saja menggemparkan meski sudah lama dia berjuang melawan kanker pankreas.  Dunia pantas kehilangan seorang inspirator abad ini. Sebuah perjalanan hidup seorang manusia yang panjang berliku dan akhirnya berhenti di satu titik.
Sebuah ungkapan dari Steve Jobs yang akan selalu terngiang:
“Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidup saya, akankah saya mengerjakan apa yang ingin saya lakukan hari ini ?”

RIP, Steve Jobs…

 

Advertisements