Kata yang keluar dari lisan ibarat panah yang lepas dari busur. Kadang kita tak mampu mengendalikan jika dia sudah melesat, dia bisa melukai bahkan membunuh, bahkan bisa jadi balik melesat menuju kita sendiri.

Anda mungkin tak bermaksud sungguh-sungguh, atau hanya iseng dan main-main saat mengeluarkan kata. Tapi dari yang sekedar iseng itu bisa menjadi masalah besar. Dengan kata orang bisa tersinggung, dan bila dia merasa harga diri sudah dilecehkan apapun bisa terjadi.

Kata bahkan mungkin tak hanya menyinggung, yang masuk telinga turun ke hati, kata bisa jadi lebih dari itu. Kata adalah doa yang orang bilang jika ada malaikat mengamini apa yang terucap, baik atau buruk, bisa saja menjadi kenyataan meski tadinya hanya berkelakar.

Saya punya teman yang memiliki pengalaman buruk soal ini. Suatu ketika kawan saya ini punya usaha yang berkembang sangat pesat. Keadaan seperti di atas angin, serba lancar dan mudah. Suatu ketika dia berucap bahwa selama ini jalannya begitu dilancarkan tuhan, jadi katanya, yangsaya kira tak sungguh-sungguh, sekarang dia menunggu cobaan Nya. Sungguh apa yang kemudian seperti antiklimaks. Cobaan demi cobaan datang berturutan, usahanya bubar, dikejar banyak oorang, bahkan sampai dia kemudian memulai lagi dari nol, menikah, dan cobaan terus saja tak henti sampai akhirnya dia pergi entah kemana…(mudah mudahan Allah memberinya jalan).

Jadi ingatlah, kata bukan sekedar kata, dia bisa jadi obat, bisa jadi senjata pembunuh. Kata adalah doa yang dapat suatu ketika terkabulkan. Maka jagalah setiap kata terucap, sedapat mungkin hanya kata kata yang baik dan bermanfaat yang senantiasa terucapkan di lisan atau tertulis dengan pena atau ketukan keyboard. Jagalah dia sebelum melesat tanpa kendali.

Advertisements