Manusia tempatnya salah dan dosa. Tak seorangpun di dunia ini yang tak pernah satu kalipun melakukan kesalahan. Namun, kenyataan ini bukannya membuat kita lalu terus menerus melakukan kesalahan. Sebagai orang beriman maka apabila kita sadar telah berbuat salah maka kita harus kemudian bertaubat. Allah begitu sayangnya terhadap manusia sehingga jika kita bertaubat dan kembali ke jalanNya maka Allah-pun begitu gembira menerima kita. Lebih gembira dari seorang yang kehilangan unta di padang pasir panas yang lalu mendapati untanya kembali.
Ketika kita bertaubat dan menarik diri dari berbuat salah maka konsekwensi dari apa yang pernah kita lakukan tidak bisa hilang begitu saja. Apa yang telah kita perbuat, apakah itu baik atau buruk bakal mendapat konsekwensinya. Jadi kalau kita pernah berbuat salah maka konsekwensinya akan tetap ada meski kita telah berhenti berbuat salah yang kita kenal sebagai dosa. Agar kita tidak kemudian menanggung konsekwensi itu maka kita diperintahkan untuk beristighfar, memohon ampunan atas dosa-dosa kita.
Jadi jika menyadari berbuat kesalahan maka kita harus segera bertaubat dan meminta ampunan atas dosa, baik dengan diwujudkan dengan lisan atau dengan peraku dan perbuatan.
Allahumma astaghfiruka wa atuubu ilaika…