Salah satu dosa yang masuk dosa paling besar adalah dosa menyekutukan Allah atau syirik. Jaman dahulu syirik dapat diidentifikasi dengan mudah, orang menyembah berhala berupa patung,pohon atau benda lain. Sekarang kita sudah jarang menemui yang demikian. Namun bukan berarti syirik sudah tidak ada. Menyekutukan Allah tidak selalu nampak dalam keseharian, bisa jadi syirik, menggantungkan pertolongan, ada di jauh berada di lubuk hati manusia. Syirik bisa saja sangat samar, diibaratkan seperti semut hitam kecil merayap di batu hitam di malam yang gelap gulita, nyaris tanpa disadari.
Dalam dunia yang makin moderen seperti sekarang bisa jadi manusia bukan lagi menggantungkan kepada kekuatan keris atau benda keramat, tapi mungkin kepada yang lebih keren, uang, jabatan, partai, teknologi.. Jangan-jangan kita telah menggantungkan harapan dan pertolongan kepada semua itu, seperti atau melebihi ketergantungan dan bahkan menyepelakan kuasa Allah. Jangan heran kalau kita saksikan banyak koruptor memiliki nama yang ‘islami’, gemar sedekah dan membangun masjid, fasih mengucap salam ketika diwawancara TV. Ya, syirik sangat samar
Ya Allah lindungi kami dari segala yang dapat menyesatkan…

Advertisements