Kita selama ini telah begitu banyak mengambil manfaat mengeruk keuntungan dari alam. Seringkali apa yang kita berikan balik kepadanya tidaklah sepadan bahkan mungkin malah buruk. Lihat saja banyaknya perusakan alam karena keserakahan. Hutan digunduli, sungai dan laut diracuni, tanah dirusak dengan bahan kimia. Itu semua karena kita serakah. Mungkin tak semua orang demikian, tapi nampaknya jumlahnya makin sedikit saja.
Memaknai bergolaknya Merapi belakangan saya rasa kita harus mampu memahami hubungan timbal balik manusia dengan alam. Bukankah selama ini kita sudah ratusan tahun mengambil manfaat merapi, meski tanpa kita sadari. Wilayah subur Jateng DIY tak lepas dari peran Merapi sejak ratusan tahun menyuplai pupuk alam yang menyuburkan tanah. Jadi ketika sesekali merapi terbatuk-batuk seperti hari-hari ini, kita lah yang seharusnya memahami siklus alam. Menerima dengan ikhlas dan pasrah. Saat ini kita mungkin harus mengalah untuk kebaikan generasi mendatang. Banyak lahan rusak karena pupuk berlebihan insyaallah abu merapi akan menjadi obat. Bukankah alam tanah subur di jogja dan sekitarnya juga menjadikan pengorbanan para pendahulu kita di jaman Mataram kuno, dimana pada era itu meski dia adalah kerajaan besar harus rela mengalah dengan Merapi, penduduknya banyak yang menjadi korban dan sisanya harus bermigrasi ke jawa timur membangun dunia baru. Ratusan tahun berikutnya generasi mataram baru dan kita sekarang menikmati lahan subur yang ditinggalkan sejak kehancuran mataram lama.
Ketika saya menemui sekelompok pengungsi yang berasal dari satu dusun di Magelang, tampak sebuah kepasrahan dan yang saya baca cenderung sebuah keikhlasan. Meski tak terkena awan panas, namun abu vulkanik telah menyelimuti dusun mereka dan yang paling berat adalah merusak lahan pertanian salak yang menjadi sumber hidup utama mereka. Tak ada raut penyesalan atau kesedihan berlebihan. Nampaknya mereka telah ikhlas bahwa siklus ini memang harus terjadi. Saperti pengungsi itu, seharusnya perspektif kita melihat bencana alam ini harus dengan sudut yang positif.
Kita harus mulai sadar bahwa alam adalah sahabat yg harus kita akrabi, jaga dan hargai.

Advertisements