Bagi warga Jogja Merapi adalah sahabat sehari-hari, termasuk bagi saya. Hampir setiap hari jika bepergian mau tak mau akan melihat gagahnya Merapi sebagai landmark-nya Jogja ini, kecuali beberapa hari terakhir. Di horizon utara hanya terlihat awan putih yang mendominasi langit. Ya, Merapi saat ini sedang mengalami erupsi. Keadaan berubah dengan cepat. Tanggal 26 Oktober sore saya baru saja meng-upload berita mengenai kegiatan kantor kami yang berlokasi di Kaliurang yang sedianya tetap dilaksanakan karena wilayah dimaksud masih aman dan jauh dari imbas letusan Merapi. Namun, sekitar 3 jam kemudian, saya mendapat instruksi untuk men-upload pemberitahuan yang sebaliknya bahwa kegiatan ditunda karena perkembangan terakhir yang cukup mengkhawatirkan. Perkembangan Merapi ternyata berubah sewaktu-waktu.

Semalam anak saya terbangun. Saya lihat jam 12 malam pas. Beberapa hari dia memang panas dan sering rewel. Setelah anak saya ditenangkan dan tidur lagi ketika suasana tenang, sayup-sayup terdengar seperti gemuruh beberapa kali. Hampir seperti petir tapi di kejauhan. Saya bilang ke istri nampaknya itu suara dari Merapi. Sekitar 1 atau 2 jam berikutnya terdengar suara tetangga. Ternyata saya tengok keluar abu di sudah banyak menempel di dedaunan. Bau belerang tercium meski di dalam rumah.Di atap terdengar seperti gerimis tapi itu adalah gerimis abu vulkanik. Nampaknya sampai subuh hujan abu masih terjadi.

Pagi ini jalanan Jogja, atap rumah dan gedung, daun-daun sudah memutih semua. Di beberapa tempat jarak pandang sangat terbatas. Debu juga sangat mengganggu pernafasan dan mata. Meski tak secara langsung, efek debu ini juga harus diwaspadai. Konon dinosaurus punah bukan karena terjangan asteroid tapi lebih karena debu yang disebabkan tabrakan benda angkasa tersebut.

Ini kali kesekian Indonesia dan khususnya Jogja mengalami kejadian bencana besar. Sebagai wilayah yang memang berpotensi berbagai bencana alam kita harus terbiasa hidup dan akrab dengan alam. Jangan sampai kejadian bencana berulang-ulang ini tak membuat kita belajar bagaimana hidup di alam yang labil ini dan juga bagaimana mendekatkan diri kepada Si Empu-nya alam ini.

Advertisements