Menyajikan suatu materi dalam sebuah kelas sering mendapat kendala dan tantangan bermacam-macam. Salah satunya adalah adanya gap dari trainee/peserta didik dalam hal pengetahuan yang dimilikinya. Saya beberapa kali mendapati kelas yang demikian. Sangat sulit bagi saya menyajikan materi dengan audiens seperti itu, jika level terlalu rendah maka tentu yang telah menguasai materi akan cenderung tidak bersemangat, kalau terlalu tinggi maka peserta yang belum memiliki dasar cukup akan kesulitan. Lebih sulit lagi, dalam kasus saya ini, pesertanya berasal dari berbagai negara dan materi harus disampaikan dengan Bahasa Inggris. Bagi saya, komunikasi dalam Bahasa Inggris itupun sudah menjadi masalah sendiri (Bahasa Inggris saya masih kacau balau). Jadi, lengkap sudah.. šŸ˜€

Sebenarnya ada trik untuk ‘mengakali’ kondisi semacam ini. Misalnya dengan membagi peserta dalam kelompok yang anggotanya memiliki keterwakilan antara yang sudah berpengalaman dan yang belum, kemudian dipakai metode diskusi dll. Tapi, sekali lagi untuk kasus saya ini agak sulit, waktu yang ada sangat terbatas dan juga posisi duduk tidak begitu memungkinkan karena berada posisi duduk yang konvensional dan sudah tidak dapat dirubah-rubah lagi.