Saya akan menuliskan beberapa hal ‘di balik layar’ 30 hari ngeblog saya. Salah satu yang akan saya tulis adalah bagaimana secara teknis saya menulis blog. Hampir semua 30 posting saya terakhir saya tulis melalui ponsel. Saya kira hanya satu-dua yang saya tulis menggunakan komputer. Alasan utama adalah kepraktisan. Aktifitas blogging saya (membaca atau menulis) lebih banyak  dimulai pada waktu sore setelah jam kantor atau lebih sering pada malam hari ketika anak mulai atau setelah tidur.  Kalau di rumah saya agak malas membuka komputer/laptop, jadi ponsel menjadi andalan.

Anda mungkin membayangkan betapa sulitnya menulis posting di ponsel. Pertama kali saya juga merasakan itu. Saya sudah beberapa waktu membeli ponsel Qwerty Cina salah satunya untuk mendukung kegiatan blogging ini, meski hal itu ternyata sama saja. Namun dengan target 30 hari harus ngeblog saya ‘terpaksa’ memanfaatkan ponsel Cina ini untuk menulis blog. Saya lalu mencari aplikasi text editor di ponsel dan menemukan aplikasi JTextLite yang cukup sederhana namun sangat bermanfaat. Saya menulis di aplikasi ini dan menyimpan di file text. Setelah selesai, file ini diupload ke blog dalam satu waktu. Beberapa blog memang menyediakan versi mobile tapi ternyata masih cukup sulit, terutama ketika tulisan gagal dipublish maka tulisan sering ikut hilang. Jadi dengan aplikasi text editoer relatif lebih aman kaerna tulisan dapat disimpan dulu di ponsel dengan format TXT. Dari pengalaman ini saya lalu menemukan bahwa saya lebih produktif ngeblog dengan ponsel qwerty yang hampir tiap hari jadi langganan dibanting anak saya ini. Buktinya target 30 hari tulisan menjadi cukup mudah tercapai gara-gara gadget ini. Namun, ironisnya posting kali ini justru saya tulis dengan komputer… 😀

Advertisements