Semalam bulan purnama sempat tidak bulat penuh. Bulan tertutup separo karena gerhana. Saya sempat melewatkan fenomena ini karena waktu saya tengok ternyata bulan sudah bulat penuh.
Jaman dulu, di kampung, ketika bulan purnama saya suka menikmati siraman cahanyanya. Anak-anak juga sering bermain di halaman. Di gelap malam yang belum ada listrik, purnama selalu saja menjadi istimewa. Anak sekarang mungkin sudah tak akan bisa merasakan keistimewaan ini ketika mendengar lagu padhang mbulan yang suka dinyanyikan anak tempo dulu.
Jika ada gerhana bulan dulu biasanya sholat gerhana di masjid lalu menyaksikan fenomena alam ini di serambi. Kecuali kalau gerhana matahari total, waktu itu kami berkumpul di tetangga yang punya TV, sholat disitu dan menunggu sampai gerhana selesai karena katanya gerhana matahari bisa berbahaya kalau menatap langsung).
Dulu, ketika gerhana masih ada yang ramai membunyikan kentongan terutama kampung-kampung sebelah, katanya untuk mengusir Kala Rahu, raksasa yang memakan bulan.
Saya sendiri sejak kecil sudah diberitahu kalau itu hanya mitos bahkan takhayul. Tapi bagi saya, mitos orang dulu selalu saja enak untuk dinikmati. Mitos Yunani misalnya, banyak yang masih dikenal sampai kini. Menurut saya mitos tumbuh karena orang, dengan kadar keilmuan di tempat dan jaman masing-masing, ingin menafsirkan fenomena yang belum terjelaskan secara ilmiah dan logis. Mitos seringkali malah tumbuh menjadi cerita imajinatif yang indah dan penuh pesan moral. Saya sendiri merasa memahami keterbatasan orang dulu dalam menafsirkan kejadian alam macam gerhana. Alih-alih mau membodoh-bodohkan pengarang ceritanya saya malah kagum dengan kreatifitasnya. Kita selalu harus mengakui bahwa pencapaian peradaban kita tak lepas dari pencapaian peradaban sebelum kita.
Bukannya lalu membiarkan orang percaya mitos, tapi kita harus memberikan alasan logis fenomena alam seraya menambahkan bahwa mitos adalah persepsi atau penafsiran orang dulu dengan pengetahuannya jaman itu, bukan mencemooh. Dari mitospun kita juga belajar

Advertisements