Jika menelusuri jalanan di waktu pagi, siang, sore tau malam, ada saja pemandangan yang membuat prihatin dan juga membanggakan.
Sekarang ini kita sering mendapati orang meminta-minta dimana-mana. Kini tak lagi orang tua yang cacat atau pura-pura cacat yang mengemis di jalan, tapi banyak anak-anak yang kadang berbadan gemuk, berbaju bagus dan bersih, turut serta meminta belas kasihan orang lewat. Sungguh membuat saya mengelus dada lalu mempertanyakan dimana peran pendidikan bagi anak-anak ini? Apa yang diajarkan orang tua atau guru mereka?
Namun, di sisi lain saya kadang menemukan juga, kakek renta yang dengan sisa tenaga mendorong gerobak sampah, seorang ibu berjualan jagung rebus sambil menimang balitanya, nenek tua yang sampai larut malam menggelar dagangan kacang rebusnya, gadis kecil yang kulitnya menghitam menjajakan koran di tengah terik mentari, seorang bapak penjual buku cacat kaki yang untuk merangkak beberapa meter saja sudah demikian beratnya… Dan banyak lagi. Di sisi ini saya merasa haru dan berbangga dengan orang-orang kuat ini. Mereka begitu tegar menjalani hidup meski rejeki tak pernah menentu. Sementara kita-kita yang tiap hari bekerja kantoran, duduk di ruangan dingin ber-AC, hasil kerjaan tak signifikan, tiap tanggal satu pasti gajian, itupun masih mengeluhkan kesulitan hidup, masih sibuk cari hutangan untuk memenuhi kebutuhan, masih ribut pengin ini dan itu. Yang siang atau sore sudah pulang kantor bisa berkumpul bercengkerama dengan keluarga.
Sudahkah kita berkaca dan belajar kepada manusia-manusia tegar itu.

Advertisements