Sejak berkeluarga kami seperti memulai hidup dengan kehidupan baru, bukan saja saya dan isteri tapi juga dengan kehadiran anak. Sekitar sebulan setelah menikah Tuhan ternyata memberikan karunia tak ternilai, isteri saya positif hamil. Jadi, sejak awal, kehidupan keluarga kecil ini saya selalu merasa hadirnya kami bertiga. Semasa kehamilan, ada sesuatu perasaan yang amazing ketika melihat gambar di USG, atau ketika merasakan tendangan lembut manusia kecil ini. Ketika masa kehamilan ini dilalui, meski tidak mudah juga (isteri saya sempat harus bedrest) hingga menjelang kelahiran, Alhamdulillah semua sehat. Ketika menunggu detik-detik hadirnya bayi kecil ini, ternyata ada juga beberapa masalah medis, bahkan-pun ketika proses kelahirannya.
Namun, sekali lagi kuasa Sang Pemberi Hidup sungguhlah besarnya. Dengan melalui perjuangan yang tak mudah maka pagi itu, tepat setahun yang lalu, tangis pertama bayi kecil ini memecah pagi. Tak terkira sujud syukur kami.

Ketika hari demi hari melihat, merawat, menyaksikan dia tumbuh, seperti melihat keajaiban saja. Hari-hari awal ketika dia membuka mata, mengenali cahaya atau suara. Betapa indahnya ketika mendapati dia tersenyum untuk pertama kalinya. Atau pertama kali dapat memiringan badan, pertama kali tengkurap, pertama kali merespon dengan gerakan, pertama kali bisa duduk, pertama kali makan, pertama kali merangkak, mulai berdiri, mulai melempar-lempar mainan, mulai minta disetelkan DVD Pororo, dan banyak keajaiban-keajaiban diciptakan si kecil ini. Betapa juga teringat saat-saat ketika dia beberapa hari mengis tanpa henti setiap waktu isya, teringat saat sakit panas, teringat ketika jatuh dari kasur, teringat ketika ada kobra masuk rumah, betapa semua itu karena penjagaan dan hanya karena perlindungan-Nya.

Sebuah rutinitas kecil terjadi dalam setahun ini ketika setiap pulang ke rumah dan membuka pintu akan hilang semua masalah ketika disambut senyum dan tawanya.

Ya, sebuah keajaiban kecil dari manusia kecil ini.
Selamat Ulang Tahun, Nak!
Terimakasih Tuhan…

Advertisements