Ada yang bilang saya ini orang yang gemi (Jawa:pintar ngurus uang). Saya memang tak suka berboros membelanjakan uang dan cenderung seperlunya. Namun, bukan karena saya pintar mengelola keuangan, bukan pula karena suka berhemat tapi karena saya memang tak suka berlebihan. Saya sangat jarang misalnya makan yang mahal, bukan karena sayang uang atau mau ditabung, tapi lebih karena menurut saya value yang saya dapat tak sepadan dengan yang saya bayar. Misalnya makan makanannya orang bule, semisal pizza, spaghetti atau yang lain-lain yang mengejanya saja saya sulit. Makanan yang harganya mahal tapi nggak ada enak yang saya rasakan di lidah. Malah lebih nikmat makan nasi kucing di angkringan..

Kembali ke nilai atau value yang diperoleh. Menurut saya tak akan masalah jika membelanjakan uang untuk memperoleh nilai yang memang sepadan. Misalnya kalau makanan bule tadi memang nikmat luar biasa di lidah, ya saya nggak masalah untuk membayarnya. Nyatanya makanan paling jos di lidah saya adalah sate kambing 😀

Contoh lain kalau saya ke luar daerah ada pilihan lewat darat atau udara dengan selisih harga yang jauh bisa saja saya pilih yang biaya mahal tapi nyaman.
Selain itu kalau saya kalau ngasih ke orang yang sekiranya sangat membutuhkan, atau misalnya memberi ke orang tua atau saudara, biasanya tak akan terlalu perhitungan.

Uang memang penting dan perlu dihemat. Tapi lebih penting lagi adalah nilai atau value dari uang tersebut. Apa gunanya uang milyaran di bank jika kita tak dapat menikmati “nilai” yang kita butuhkan? Uang hanya simbol dan baru menjadi berarti jika dibelanjakan. Namun, di sisi lain, saya juga sangat tidak nyaman jika uang dipakai untuk membayar “nilai” yang jauh melebihi dari yang saya butuhkan. Misalkan kalau beli baju seharga 70 ribu saja sudah bagus (meski tak bermerk) kenapa harus beli yang 300 ribu? Sekali lagi saya bukan orang yang gemi alias pandai mengatur uang atau sayang mengeluarkan uang. Saya hanya tidak suka berlebih-lebihan. Saya lebih memilih nilai daripada uangnya. Tapi ini mungkin berbeda dengan orang lain, tergantung “nilai” yang dianut oleh orang tersebut.

Jadi, Anda lebih memilih mana? Uang atau nilainya?

Advertisements