Ini baru minggu kedua dari Diklat Fungsional yang saya ikuti. Baru kedua karena diklat ini dijadwalkan sekitar 5 minggu. Minggu pertama saya lalui dengan agak susah payah karena seminggu lebih dilanda flu dan meriang. Bahkan sakit saya ini sudah terasakan sejak diklat sebelumnya di Bandung, dan sakit saya berlanjut sampai rumah dan saat berangkat diklat kali ini saya masih belum sembuh. Semakin kepikiran juga dengan anak istri yang kebetulan juga sakit.Syukur hari-hari pertama saya lalui dengan lancar meski di setiap sesi hidung meler atau batuk-batuk, apalagi kalau pas dibawah AC. Secara umum diklat kali ini cukup menyenangkan. Banyak kawan-kawan baru dari daerah lain yang kita dapat dengan segala latar belakang karakter dan karakternya. Saya sendiri satu kamar dengan 2 teman sekantor yang kebetulan pernah hidup bareng selama kuliah s2 sehingga sudah sangat kenal karakter masing-masing.

Beberapa hal yang membuat saya cukup terbuka wawasan dan terinspirasi adalah materi diklat dan juga narasumber yang menampilkan. Bukan hanya “lagu”-nya yang menarik tapi juga “penyanyi”-nya yang bagi saya cukup spektakuler. Dari narasumber ini pula saya banyak belajar secara langsung dari mereka mengajar. Bagi saya, sangat beruntung berjumpa dengan orang-orang luarbiasa ini. Dan yang lebih membuat saya kagum adalah mereka juga orang-orang yang hangat, bisa bergaul dan berbincang dengan sangat akrab seperti sudah lama kenal.

Ketika ada salah satu narasumber, Bu Kokom, yang tengah ulang tahun, tak segan kami adakan pesta kecil secara mendadak dan membuat beliau terharu. Ada juga pak Maliki yang sangat menginsipirasi dengan strategi dan gaya mengajar yang spekatakuler. Pak Maliki ini juga tak segan berbaur dengan kami di sela-sela coffee break bahkan ikut belajar pencak silat dari peserta!

Beberapa cuplikan materi insyaallah saya tulis di kesempatan lain. Sementara ini saya bergelut dengan kegiatan diklat ini dulu dengan pernik tugas-tugasnya.