Saya baru saja turun dari kereta dan memutuskan duduk sejenak untuk istirahat dan minum. Di samping saya ada seorang anak kecil berjalan dengan riang, nampaknya baru saja membeli es teh di gelas plastik yang dibawanya. Entah karena kurang hati-hati atau kenapa es yang dibawanya terjatuh dan tumpah. Saya melihat kesedihan di wajahnya. Dari kejauhan ada seseorang yang ternyata ibunya setengah berteriak bertanya kenapa. Saya jadi khawatir anak ini yang sudah sedih kehilangan es bakal tambah sedih dimarahi ibunya.

Tapi ternyata saya salah, ibu itu hanya bilang agar gelas yang sempat dipungut si anak agar dibuang. Tak lama kemudian ayahnya datang dan bertanya kenapa. Setelah tahu apa yang terjadi dia hanya tersenyum,  menghampiri anaknya itu, mengusap kepalanya dan diajaknya membeli es lagi.

Saya respek dengan si ibu-bapak tadi. Bagi orang lain saya bayangkan mungkin saja anak tadi akan dimarahi habis-habisan karena uang saku yang baru saja dikasih menjadi sia-sia karena keteledoran. Bukan masalah uang atau segelas es tumpah, tapi kondisi psikis anak yang bakal terluka. Saya bayangkan jikasaja para orangtua memiliki sikap seperti ibu-bapak itu maka anak-anak kita akan tumbuh dengan psikologi yang lebih sehat.