Setiap orang ibarat kutub-kutub magnet, satu orang dengan orang lain memiliki kutub yang saling tarik atau saling tolak. Entah kenapa kadang kita bahkan dalam pandangan pertama bisa langsung menyukai atau sebaliknya, membenci seseorang. Seringkali kalau sudah tidak suka ke seseorang kita terkadang tidak rasional, apapun yang berkait dengan orang itu maka kita otomatis menolaknya, apapun omongannya kita tolak, apapun yang berkait dengannya kita langsung alergi.
Menurut saya, fenomena ini sebenarnya manusiawi sekali. Setiap orang memiliki chemistry-nya sendiri-sendiri yang bisa cocok atau bertolak dengan chemistry orang lain.
Masalahnya tentu akan panjang jika perasaan itu kemudian mempengaruhi lebih jauh ke kehidupan kita. Misalkan Anda tiba-tiba suka dengan seseorang, tahap ini mungkin masih dalam tahap wajar, tapi ketika orang tersebut sudah bersuami atau beristri dan kesukaan Anda tadi makin jauh menjadi obsesi untuk memiliki tentu ini akan jadi masalah besar. Sebaliknya jika Anda tidak suka seseorang dan menjadi benci tak ketulungan. Bayangkan jika orang yang Anda benci itu adalah orang yang sangat bijak, kata-katanya penuh hikmah dan manfaat, apakah Anda lalu begitu saja menolak apapun darinya hanya karena ketidaksukaan Anda?

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al Baqarah 216).

Seperti Anda, saya pun pasti merasakan adanya magnet dari setiap orang, kecocokan atau penolakan. Seringkali dalam beberapa pertemuan awal saya seperti merasa ada ‘sesuatu’ yang membuat saya untuk tidak terlalu dekat dengan seseorang. Di kemudian hari ternyata ada beberapa teman yang dekat dengan orang itu yang akhirnya menghadapi masalah personal. Dulu, saya biasanya akan menghindar dengan orang yang saya rasakan ada aura penolakan dalam diri saya. Lambat laun saya merasakan bahwa hal ini dapat menumbuhkan kebencian, disadari atau tidak. Lama kelamaan saya berfikir kalau saya melakukan hal ini terus menerus bisa jadi tak hanya muncul kebencian itu, tapi lama kelamaan akan dapat menggerogoti jiwa saya.

Suatu ketika timbul dalam hati saya sebuah keinginan untuk menguapkan kebencian kepada orang lain. Ini tentu tak mudah, karena setiap kali perasaan semacam itu suatu saat akan muncul dengan sendirinya. Namun, saya biasanya mengingatkan diri sendiri untuk konsisten.
Kalaupun ada ketidak sukaan ke orang lain lebih dikarenakan perbuatan atau sikap yang kurang baik atau karena orang itu telah melanggar aturan, bukan alasan personal. Benci ke orang harus dengan alasan yang fundamental dan obyektif.
Tentu menggelikan jika kita membenci dan menilai orang sebagai tidak baik hanya karena ketidak sukaan kita akan gaya rambutnya. Tak cuma itu, ini tentu akan menguras energi juga bila kita menumpuknya terus menerus. Masih banyak pekerjaan lain yang lebih urgen dilakukan selain membenci atau iri hati. Masih banyak cinta yang harus disebarkan di penjuru semesta ini. Biarkan kebencian karena hal-hal tak penting itu mampir sekilas saja dan biarkan dia segera menguap.

Advertisements