Selamat datang, Nak!
Menangislah, menangislah keras-keras, karena pecah tangismu pagi ini juga membuncahkan kebahagiaan kami, kedua orang tuamu. Tangismu menghantar sujud syukur tak terperi.
Selamat datang di dunia yang penuh warna. Dunia yang penuh mimpi dan harapan, ujian dan cobaan. Hiruplah dalam-dalam nafas pertamamu dalam kasih-Nya. Bukalah mata kecilmu dan lihatlah pendar cahaya-Nya. Menangislah keras-keras sebagai bentuk syukur atas anugerah-Nya.

Selamat datang, Nak!
Dunia mungkin tak senyaman dan sehangat tidurmu sembilan bulan. Tak setenang seperti dalam rahim ibumu. Namun, yakinlah, semua keindahan-Nya akan selalu terpancar di setiap hari dalam hidupmu, tinggal bagaimana kita memandang kehidupan itu.

Kami menyambutmu dengan segala sukacita. Membisikkan suara pertama di telingamu dengan Asma-Nya. Melumurimu dengan doa-doa. Memelukmu dengan penuh cinta.
Kami hanya orangtua biasa, yang dipilih oleh-Nya untuk menjadi jalan bagi hadirmu disini. Kami hanya orang tua biasa, tak punya gelimang harta. Tak mampu kami memberimu materi berlebih. Jadi, hiduplah sederhana saja, seperti juga kakek moyangmu. Bukankah mereka juga penuh bahagia meski tak punya kekayaan. Bukankah mereka penuh bahagia dengan gelimang cinta dan doa.

Semoga setiap kebaikan kami, engkaupun dapat merasakannya. Dan semoga setiap kesalahan dan kehilafan kami, cukuplah itu bagi kami dan engkau tak mendapat beban dan tanggungannya. Kami mungkin tak akan setiap saat menjadi yang engkau inginkan, tapi kami akan berusaha sekuatnya untuk selalu disana, di setiap kali engkau butuhkan.

Ingatlah Tuhan di setiap langkahmu, Nak! Jadikan zikir di setiap tarikan nafasmu. Hadapi hidup dengan senyuman, meski setiap saat kebahagian dan nestapa menghampirimu, silih berganti. Yakinlah bahwa semua adalah skenario-Nya untuk menempamu menjalani hidup, untuk lebih mendekat kepada-Nya. Sambutlah semua itu dengan penuh syukur.

Banyak-banyak lah membaca shalawat kepada junjungan kita, asahlah kecintaanmu kepadanya supaya kitapun dapat menjalani hidup dengan mengikuti ajarannya, meneladani akhlaknya, supaya engkaupun menjadi orang terpuji sepertinya.
Asahlah hatimu untuk dapat selalu dipenuhi kelembutan cinta dan kebaikan. Jadilah orang yang senantiasa berguna bagi dunia. Bacalah kehidupan dengan arif agar engkau mengerti bahwa semua ini tak lain hanya jalan untuk mengabdi kepada-Nya.

Selamat datang, Muhammad Affan Mufid Irfany!

Advertisements