Ketika sholat di sebuah masjid di bilangan Malioboro, Jogja, saya mendapati seorang penjual buku yang menggelar dagangannya di serambi masjid. Mulanya saya tak terlalu memperhatikan, sampai waktu sholat tiba. Bapak penjual buku itu segera menuju ke ruang utama untuk berjamaah, semua dagangan ditinggalkan dan dibiarkan saja. Dan ternyata bapak ini seorang penyandang cacat. Dia menuju ruang utama dengan merangkak! Masyaallah!

Usai shalat jamaah saya keluar dan kebetulan lagi berada di belakang bapak tadi yang juga selesai sholat. Saya perhatikan bahkan dengan merangkak-pun terlihat betapa langkah demi langkah adalah perjuangan berat. Dalam jarak yang tak begitu jauh pun (sekitar 10-15 meter) bapak ini harus beristirahat sebentar di tangga masjid mengatur nafas yang terengah-engah. Detik berikutnya dia sudah merangkak lagi dan kembali di depan dagangannya.

Sungguh perjuangan yang tak terkira, bagaimana dia menghadapi keterbatasan tubuhnya, keterbatasan hidup dan ekonominya. Tak berkedok dengan kekurangannya untuk meminta-minta, tak putus asa atau malu untuk berusaha dan bekerja, namun tak juga lupa dengan Tuhan.

Ya Allah, jagalah bapak ini, mudahkan jalannya, rahmatilah hidupnya…

Link terkait:
Anak Ingusan Mencari Makan

Advertisements