Dont talk to strangers, demikian sebuah kalimat yang sering kita lihat/dengar di film-film. Ini juga pelajaran yang dapat saya ambil dari pengalaman beberapa hari lalu. Ketika menunggu kereta yang masih 1 jam lebih, saya menunggu di sebuah masjid. Awalnya saya duduk saja dulu. Waktu itu saya lihat ada bapak-bapak yang tuna netra dituntun anaknya yang mungkin berusia 6 tahunan yang anaknya ini juga terlihat ada keterbelakangan mental. Bapak ini menuju tempat wudlu dan anaknya ke toilet. Setelah wudlu si bapak ini membantu memakaikan celana anaknya lalu ke masjid dan sholat. Saya iba sekali. Lalu saya wudlu dan bapak ini sudah selesai shalat dan hendak keluar masjid. Di saat itu saya memberi sedikit uang untuk si bapak.

Setelah saya sholat saya duduk di teras masjid. Tiba-tiba ada seserorang mendekati. Dari basa-basi orang ini bercerita panjang lebar. Ceritanya mengharubiru. Saya pun sempat terkesima. Lama dia bercerita kalau dia sudah tidak punya uang untuk pulang. Katanya dia sebenarnya mau menagambil mobil, uang cash sudah habis, ATM tidak terbawa dsb. Intinya dia mau pinjam uang untuk beli tiket kereta, sekitar 150 ribu. Untuk meyakinkan, dia bilang kalau ini di masjid dan gak mungkin dia bohong. Saya mikir juga. Disatu sisi kasihan juga, di sisi lain waspada juga jangan-janga dia menipu. Setelah agak lama saya minta maaf karena tidak bisa membantu. Lalu dia minta nomor HP saja, katanya untuk menyambung silaturahmi. Saya sudah mau kasih tapi saya pikir lagi bagaimana kalau nanti gimana-gimana dengan nomor HP ini. Saya lalu kasih saja nomor yang jarang digunakan. Saya kira sudah selesai sampai disitu.

Sehari kemudian ada seseorang menghubungi nomor tersebut. Mencurigakan. Lagipula bicaranya aneh-aneh. Katanya nomor itu menghubungi dia, katanya mengganggu keluarganya dsb. Saya mengambil benang merah dari ketemu seseorang di masjid hari sebelumnya. Saya lalu bilang dengan agak ketus kalau saya tidak ada urusan dengan orang itu. Saya juga jadi agak paranoid karena sebelumnya dia bertanya posisi dimana mau kemana, atau jangan-jangan dia membuntuti dsb. Saya pernah baca ada modus dimana orang yang sebenarnya tidak kenal lalu dituduh macam-macam, akhirnya ujung-ujunganya hanya untuk dimintai uang.
Saya lalu membayangkan bagaimana ketika bertemu orang di masjid kemarin yang kemungkinan besar adalah penipu itu lalu di hipnotis atau gendam. Padahal saya kan bawa motor, ATM. Saya bersyukur tidak terkira ternyata Allah memang Maha Melindungi, di saat kita mungkin lengah dan tanpa sadar, hanya Allah-lah yang menjaga. Tak hentinya saya bersyukur.
Terimakasih Ya Allah

(Pesan moralnya, berhati-hatilah ketika di tempat umum, apalagi kalau sendirian. Jangan mudah percaya orang asing. Jangan memberikan informasi pribadi secara detail (ini berlaku juga untuk dunia maya baik di blog atau Plurk) dan tentu saja jangan lepas dari berdoa dan berlindung diri kepada-Nya).