Perkembangan teknologi semakin maju, namun kita juga harus hati-hati karena teknologi bisa disalahgunakan. Disini saya akan menyoroti salah satu perkembangan teknologi yaitu SMS.
SMS sekarang ini menjadi media komunikasi yang sangat populer karena tarif yang murah dan praktis. Namun kepopulerannya ternyata dapat “dimanfaatkan” secara kurang terpuji untuk menangguk untung.
Saat ini banyak bertebaran layanan berbasis SMS yang berisi macam-macam, dari ramal-meramal maupun SMS “Islami”, dimana kalau kita mendaftar layanan ini maka kita akan dikirimi SMS setiap harinya dari layanan tsb. Prihatin memang, karena meski berbasis teknologi moderen konten yang berseliweran via SMS banyak yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Lihat saja iklan-iklan ramalan berbau mistik, takhayul dan mungkin mengarah kepada hal-hal syirik dan juga kuis yang sebenarnya mengarah kee bentuk-bentuk perjudian.

Saya secara pribadi lebih prihatin lagi dengan SMS “Islami”, namun bukan pada kontennya tapi lebih kepada mekanismenya yang berpotensi merugikan pelanggan dengan “memanfaatkan” agama dan ketidaktahuan pelanggan. Pagi ini saya mendengarkan sebuah acara di radio bertajuk “Cahaya Pagi”, acara bernuansa Islam yang sepertinya disiarkan jaringan radio nasional. Selain berisi tausiyah, disela-sela acara ini dipromosikan kuis untuk ikut menjadi member dengan mengirim SMS REG bla bla bla. Menurut saya malah sepanjang acara ini lebih banyak disiarkan REG SMS ini daripada tausiyahnya sendiri. Saya hitung paling tidak ada 7 layanan SMS ini digembar-gemborkan sepanjang acara.
Di acara tersebut ada kuis bahwa kalau dalam sekian menit pendengar mengirim REG QURAN (atau semacamya) ke 9122 maka akan diundi dan yang beruntung akan mendapat hadiah VCD Islami atau pulsa 20 ribu perak. Yang tidak pernah diinformasikan dari radio tersebut adalah bahwa setiap orang yang mengirim SMS REG tadi maka otomatis pengirim setiap hari akan dikirimi SMS yang setiap SMS bertarif berlipat dari SMS biasa. Saya mencoba mengirim ke 9122 ini ternyata dikenai tarif Rp.1100.
Jika pada setiap layanan (ada setidaknya 7 layanan; Quran, Hadis, Kisah, Keluarga Sakinah, dan apa lagi saya lupa) saya ikut mendaftar dan setiap hari saya akan mendapat 7 SMS maka pulsa saya akan tersedot 7 X Rp.1100=Rp.7700/hari. Parahnya, saya yakin bahwa tidak semua orang yang mengirim SMS REG tadi tahu hal yang demikian. Dia tahunya ikut kuis yang berhadiah VCD Islami atau Pulsa 20 Ribu!! (Saya dengar kebanyakan memilih pulsa).

Menggelikan memang. Kalau saya ingin hadiah pulsa 20 ribu ini dan saya ikut kuis lalu saya menang, maka tanpa sadar tidak sampai 20 hari lagi hadiah pulsa tadi sudah habis karena hanya untuk membiayai SMS harian yang tarifnya gila-gilaan itu. Apalagi kalau saya tidak mendapat hadiah, berapa rugi kita? Poinnya, memprihatinkan! Itu kata yang menurut saya paling tepat. Berkedok layanan agama, layanan ini sangat berpotensi merugikan umat. Saya sudah mengirim SMS ke layanan tersebut untuk mengingatkan namun tak ada balasan.
Saya cari di internet ternyata banyak orang yang merasa dirugikan dengan layanan semacam ini. Dan beberapa layanan SMS ini ternyata memang masuk ke daftar layanan yang ‘diperingatkan’ BRTI karena dianggap melakukan tindakan yang merugikan pelanggan.
Bagi Anda yang terlanjur “tertipu” dengan dikirimi SMS bertarif gila-gilaan ini silahkan berhentu dari layanan bersangkutan dengan mengirim SMS berisi UNREG atau kalau tidak bisa kirimkan OFF ke nomor layanan tersebut.
Posting ini hanya saya tulis untuk mengingatkan agar kita berhati-hati mengatasnamakan agama untuk kepentingan bisnis atau kepentingan lainnya.

Advertisements