Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian disempurnakan menjadi seratus kali dengan membaca “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qodir, maka diampuni Allah segala kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan.”? (H.R. Muslim)

Sejak kecil saya diajari untuk membaca dzikir sesudah sholat fardlu seperti pada hadits diatas, yakni membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33+1 sehingga genap semuanya menjadi 100. Untuk menghitung jumlah dzikir tersebut banyak orang yang menggunakan tasbih yang berjumlah 100 butir dan setiap butir ke 33 ditandai dengan satu butiran berbeda.

Namun, untuk berzikir dengan jumlah tertentu ini saya diajari untuk menghitung nya bukan dengan tasbih, tapi dengan tangan. Bagi beberapa orang ada yang menghitung menggunakan jari dengan setiap jari dianggap satu hitungan sehingga satu putaran (semua jari kanan dan kiri) berjumlah 10, jadi ada 3 kali putaran (sehingga jumlah nya menjadi 30) lalu ditambah 3 sehingga menjadi 33.

Kalau saya diajari ayah saya agak berbeda. Karena setiap jari memiliki 3 ruas, jadi untuk berzikir dengan satu jari sebenarnya dapat untuk menghitung 3 kali zikir, satu hitungan untuk setiap ruas (dan sambil membaca satu dzikir kita menyentuh setiap ruas jari supaya tidak lupa). Hitungan dimulai dengan ibu jari kanan untuk hitungan 1-3, telunjuk untuk 4-6, dst dilanjutkan tangan kiri. Sehingga untuk 10 jari bisa langsung 30 kali dan untuk menggenapkan ditambah lagi 3 sehingga menjadi 33. Ada juga variasinya yaitu kita hanya menggunakan jari tangan kanan sehingga untuk sekali putaran menghitungnya dengan memutar balik dari ibu jari-kelingking dilanjutkan kelingking-ibu jari lagi.

Semoga bermanfaat dan semoga dengan banyak berdzikir hati kita akan menjadi tenteram.

Baca juga posting terkait:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html
http://addaani2008.wordpress.com/2008/07/28/mengapa-dzikir-pertama-33-kita-subhanallah/

Advertisements