shalawat3

Suatu ketika saat mendengarkan tausiyah dari seorang ustad di masjid ba’da Shubuh, pak ustad menceritakan sebuah kejadian menarik. Diceritakan bahwa suartu ketika di sebuah masjid ada seorang wanita tua/nenek-nenek yang rutin sholat berjamaah di masjid itu di setiap waktu Dhuhur. Uniknya, setelah usai shalat nenek ini tidak segera pergi meninggalkan masjid, akan tetapi dia beranjak ke halaman dan membersihkan daun-daun yang berserakan di halaman masjid. Namun anehnya lagi, dia tidak membersihkannya denga sapu atau alat lain, melainkan dengan memunguti satu demi satu dengan pelan-pelan dan seperti sambil menikmati setiap helai daun yang dipungut. Tidak peduli dengan matahari di atas kepala yang menyengat panas.
Setelah bebereapa waktu hal ini menjadi perbincangan beberapa pengurus. Entah karena agak malu, karena nenek yang segitu tuanya saja masih sanggup membersihkan halaman, mereka yang jauh lebih muda malah tidak bisa. Atau mungkin juga mereka kasihan dengan nenek itu yang sudah rela berpanas-panasan untuk membersihkan daun-daun yang berserakan.
Singkat kata terjadi kesepakatan bahwa halaman masjid harus bersih setiap hari sehingga nenek itu tak perlu lagi membersihkan sehingga dapat beristirahat saja.
Ketika siang tiba si nenek seperti biasa sholat jamaah dan setelah itu akan melanjutkan kebiasaan memungut daun-daun, dia sontak kaget ketika mendapati halaman telah bersih. Tiba-tiba dia menangis dan bersedih sekali. Orang-orang jadi bertanya-tanya, bukankah halaman sudah bersih.
Pak Kyai lalu menemui nenek itu untuk menanyakan permasalahannya. Setelah berbincang empat mata, Pak Kyai lalu memerintahkan untuk membiarkan halaman menjadi seperti biasanya (tidak dibersihkan) dan memberi kesempatan untuk si nenek untuk dapat membersihkannya. Alasannya? Kata Pak Kyai, sang nenek memintanya untuk merahasiakan alasan si nenek sampai nenek itu meninggal nantinya.

Waktu pun berlalu dan nenek itu akhirnya menghadap Yang Maha Kuasa. Pak Kyai pun kemudian menceritakan apa yang dulu pernah terjadi. Ketika ditanya Pak Kyai kenapa nenek itu bersedih melihat halaman yang sudah bersih, padahal dia kan bisa beristirahat saja tanpa perlu membersihkan daun-daun di tengah terik matahari. Nenek itupun berkata, ”Pak Kyai, saya ini hanya nenek tua yang tak punya ilmu. Saya hanya bisa beramal sedikit saja yang saya tahu ilmunya. Sedikit amal itu di antaranya adalah memungut daun, helai demi helai, dan setiap satu helai saya membaca shalawat untuk Rasulullah sampai halaman bersih dan tak ada lagi daun-daun berserakan. Saya hanya berharap dengan shalawat itu, Rasulullah berkenan memberi syafaat ketika nanti di hari kiamat. Jadi ijinkanlah saya untuk bisa memungut daun-daun itu setiap hari.”

Subhanallah…

—-
Seperti nenek itu yang berusaha ingin selalu bisa bershalawat dengan berbagai cara ( seperti si nenek dengan memungut daun), saya membuat themes untuk ponsel yang berisi tampilan berupa shalawat (bertuliskan kaligrafi Arab Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad), yang dengan setiap melihat HP dan melihat themes ini mudah-mudahan menjadi pengingat agar lisan berucap shalawat, dan semoga dengan shalawat ini Allah meridhai sehingga Rasulullah nanti akan memberi syafaat bagi kita di hari kiamat .

Themes ini saya buat dalam dua versi, Nokia dan Sony Ericcson (khususnya untuk HP dengan ukuran layar 176×220)

shalawat4

Download SE Themes


Download Nokia Themes

Advertisements