Pagi ini di TV One di acara Selamat Pagi Indonesia menghadirkan seorang tamu yang sangat istimewa, Dewa, seorang anak berusia 5 tahun. Anak ini menderita cedera otak, tidak mampu mengkordinasikan anggota tubuh dengan baik, bahkan tak bisa berbicara. Namun, dengan dibantu ibunya dia diwawancara presenter TV One mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan luar biasa. Untuk menjawab setiap pertanyaan dia memakai selembar kertas yang ada huruf-hurufnya. Lalu dia menggerakkan jarinya untuik menyentuh setiap huruf dan ibunya menerjemahkan apa yang dia ingin katakan.
Anak ini bahkan tahu berita terbaru misalnya krisis rupiah bahkan ketika ditanya mengapa dia tertarik rupiah yang merosot, dijawabnya bahwa kita terlalu bergantung dengan Amerika. Dia bahkan juga tahu ketika ditanya siapa presiden Amerika yang baru terpilih.
Di akhir sesi kemudian dibacakan puisi yang dibuatnya. Wooww
Subhanallah, mengharukan sekali untuk anak seusia itu dan menderita cedera otak yang cukup parah dapat melakukan hal hal tersebut..

Saya teringat ada salah satu tetangga saya (dulu adik kelas ketika sekolah di MI dan MTs Muhammadiyah) yang memiliki kekurangan, yaitu tuli dan karena itu pula dia menjadi bisu. Dia ikut sekolah di MI dan MTs seperti anak-anak lain (padahal sekolah kami adalah sekolah biasa, bukan SLB). Dia ternyata bisa mengikuti pelajaran sekolah, bahkan dapat berkomunikasi dengan teman-temannya dengan isyarat/menuliskan huruf-huruf di telapak tangan. Saya tidak tahu apakah dia masih melanjutkan sekolah.

Kiranya kita ini masih menganggap orang yang menderita cacat itu sebagai “tidak normal” dalam artian peran dan kemampuan pemikirannya. Nampaknya kita perlu merevisi ulang anggapan-anggapan semacam itu dan berupaya untuk menggali potensi-potensi yang mereka miliki.