Saya lupa kapan pertama kali membaca tentang Obama, ketika itu saya baca bahwa ternyata ada senator AS yang pernah tinggal di Indonesia. Dan ternyata di kemudian hari dia maju menjadi capres pada konvensi Partai Demokrat dan mengalahkan Hillary, dan kini melaju ke Pilpres dan memenangkan pemilu dengan telak atas Mc Cain. Ini juga mencatatkan sejarah baru di mana Obama menjadi Presiden AS pertama dari kalangan non-kulit putih. Pemilu ini nampaknya juga menjadi sorotan luas di Indonesia mungkin lebih karena romantisme bahwa Obama pernah tinggal di Indonesia. Tapi ternyata di AS sendiripun pemilu ini menjadi sorotan besar pula dan mencatatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti pemilu yang konon paling tinggi dalam sejarah AS.

Kemenangan ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kalangan kulit hitam, dan juga bagi masyarakat Indonesia. Namun, untuk kebijakan berkait dengan negara kita mungkin tidak akan banyak berpengaruh hanya karena Obama pernah hidup disini. Seperti sudah diketahui luas, kekuatan politik AS yang sesungguhnya bukan hanya pada presidennya, tapi ada kekuatan di balik layar yang dapat mengatur gerak langkah pemerintah, khususnya oleh lobi yahudi. Jadi, kebijakan mengenai Israel misalnya, tak akan banyak berubah seperti pernah diungkap Obama di depan lobi Yahudi di AS. Perlu diingat janji kampanye di AS tak seperti janji di Indonesia dimana politis bisa berjanji seenaknya dan pada kenyataannya tak seperti yang pernah diucapkan.

Btw, bagaimanapun Obama menjadi pilihan terbaik dari yang terburuk. Kita berharap dengan tampilnya wajah baru ini akan memberikan warna bagi dunia yang lebih baik.

Advertisements