Film Laskar Pelangi konon mulai tayang 25 September ini. Saya belum tahu kapan bisa nonton. Yang pasti ini film yang saya tunggu-tunggu. Saya sendiri termasuk anak yang tumbuh dan besar di lingkungan kampung yang relatif sederhana. Dulu sekolah saya juga sekolah Muhammadiyah yang sederhana, awalnya berdinding gedeg, papan, atau seng. Dulu kalau pelajaran sekolah seringakali mengintip keluar kelas karena dinding seng nya berlubang cukup besar, trus kalau ada orang yang kenal dan kebetulan lewat di jalan di luar seng itu suka menyapa 🙂

Seringkali kalau saya mengajar anak-anak di kampung selalu menekankan untuk tidak minder karena apapun; ekonomi, sosial, sekolah yang jelek, dll. (minder ini seperti penyakit yang selalu menghinggapi kami, anak-anak kampung). Ya, meski sekarang sekolah-sekolah kami sudah lumayan bagus (setidaknya lebih baik dari jaman saya) tapi dari sisi fasilitas memang masih jauh dari ideal. Guru-gurunya pun sekarang guru honorer semua, dengan semua berlatar belakang pendidikan Sarjana Agama yang harus mengajar semua bidang studi, dari pelajaran agama (Fiqih, Quran-Hadits, Akhlak) sampai pelajaran “berat” seperti Matematika dan IPA. Fasilitas juga minim, kalau ngajar masih menggunakan kapur dengan papan tulis usang yang kalau ditulisi akan berderit-derit. Pemerintah sendiri sepertinya juga masih kurang perhatian dengan sekolah-sekolah swasta seperti sekolah Muhammadiyah di tempat kami ini…

Saya sendiri berharap nantinya dapat melihat anak-anak akan mendapat pendidikan yang cukup layak mengingat banyak potensi yang saya lihat di mereka ini masih banyak yang belum tergali dan dieksplorasi. Namun meski dengan keterbatasan itu semua saya juga selalu berharap nantinya akan lahir laskar-pelangi di setiap generasi, disetiap pelosok negeri ini…

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia…