Selama 2 minggu ini saya menjadi panitia (sekaligus salah satu pemateri) DIklat Guru SMP Lanjut Nasional. Hari kamis, 10 Juli kemarin ada yang sedikit lain dari diklat ini yaitu salah satu materi yang cukup menarik yaitu mengenai seputar kebijakan pemerintah mengenai PTK dan yang menajdi perhatian tak lain adalah sertifikasi guru. Yang lebih menarik lagi yang membawakan materi juga cukup istimewa, yaitu langsung oleh Dirjen PMPTK Depdiknas, Dr Baedhowi. Kayaknya jarang deh ada diklat kami yang materinya disampaikan pejabat Eselon I.

Pada bagian awal disampaikan beberapa keprihatinan tentang guru ini, seperti data survey di mana guru yang ternyata tidak banyak menjadi idola siswa (58%), masih kalah dengan orang tua (90%) bahkan teman sebaya (80%). Juga tingkat pendidikan guru di mana belum ada 50% guru berpendidikan S1/DIV (seperti disyaratkan UU Guru dan Dosen). Jumlah guru sekitar 2.783.321 orang, yang berpendidikan S1/D-IV & lebih tinggi 1.124.837 orang (40,4 %), yang belum berpendidikan S1/D-IV 1.658.484 orang (59,6%).

Khusus mengenai sertifikasi ini disampaikan Pak Dirjen bagaimana rumit dan sensitifnya masalah sertifikasi guru ini. Banyak sekali permasalahan seputar ini, misalnya banyaknya sertifikat aspal, pengisisan data yang tidak akurat, dsb.
Ada beberapa pesan untuk para guru dalam rangka sertifikasi ini, misalnya jangan terjebak untuk mencari sertifikat (seminar dsb) karena poinnya sangat kecil. Lebih baik guru banyak menulis karya. Beliau mencontohkan saat ini ada KTI Online yang bisa diikuti para guru (http://ktiguru.org). Selain itu banyak peserta diklat yang menanyakan kenapa yang bersangkutan sudah di-sertifiaksi tapi belum mendapat tunjangan profesi. Dalam kaitan ini Pak Dirjen menyarankan bagi guru yang mendapati masalah-masalah serupa untuk menghubungi Direktorat Profesi Pendidik Kompleks DEPDIKNAS JL. PINTU I, Senayan, GEDUNG D, Lantai 14, Telp 021-57974127., 021 -57974121 atau 021-57974122.
Sedangkan yang bermasalah dengan NUPTK dapat menghubungi LPMP setempat atau hotline 021-32490330.

Meski sesi cukup lancar, materi ini cukup membuat repot penanggung jawab diklat dan panitia karena jadwal harus menyesuaikan ulang dan serba mendadak. Berita ini sengaja saya posting semoga bermanfaat terutama bagi guru yang sedang mengurus sertifikasi.