Beberapa waktu yang lalu teman-teman seangkatan kuliah dulu sepakat membentuk sebuah organisasi yang berbentuk yayasan, berbasis di Bandung. Organisasi ini difokuskan terutama pada pendidikan berbasis teknologi informasi. Saya kebetulan menjadi salah satu pengurus. Namun, nampaknya kendala besar dari organisasi ini terletak pada kordinasi, mengingat pengurus tersebar di berbagai tempat yang jauh. Ketuanya sendiri sekarang sedang studi di Jerman. Saya sebenarnya punya banyak ide terkait dengan kegiatan organisasi ini, tapi karena kendala jarak ini menjadikan beberapa agenda yang pernah saya usulkan terasa menjadi kurang maksimal.

Minggu kemarin kami sempat mengadakan “rapat” online di Yahoo Messenger membicarakan program kerja (paling tidak diikuti pengurus dari Bandung-Jogja-Jerman). Wah, ternyata repot juga, apalagi saya hanya pakai HP, karena saya sedang di kampung. Beberapa aplikasi chating favorit saya memang tidak mendukung conference room. Saya biasanya pakai Agile (sudah dua tahun lebih pakai ini) atau YMTiny, keduanya cukup ringan dan bisa langsung login ke server Yahoo. Saya disarankan menggunakan MovaMessenger atau eBuddy Messenger yang mendukung conference. Saya baru nyoba Mova. Saya sebenarnya agak malas menggunakan layanan chat yang harus melalui server pihak ketiga karena cenderung agak ribet dan harus punya account di server tersebut, selain biasanya lebih lambat.
Sepintas tampilan Mova cukup bagus. Saya coba jalankan di PC, Mova dapat berjalan lancar. Tapi giliran dijalankan di HP 6600 saya, rasanya agak berat dan sulit sekali untuk login. Padahal saya coba login dengan YMTiny tidak ada masalah (problem bukan di sinyalnya).
Jadi, dengan terpaksa saya mengikuti conference dengan diforward, setiap pesan yang masuk di conference room dicopy-paste-kan ke YM saya. Repot juga.

Ternyata bagaimanapun kendala jarak tetap menjadi masalah vital. Dengan hanya melalui chating banyak hal yang tidak tersampaikan dengan sempurna, sangat sulit menyatukan visi dan pemahaman atau menjelaskan sebuah gagasan. Selain itu, kadang pembicaraan serius perlu diselingi juga dengan guyonan ngalor-ngidul dulu biar agak cair, kalau pake online agak susah.

Tapi ya keadaan memang memaksa. Itupun masih mending ada YM, coba kalau gak ada..