Persoalan etika tidak saja menjadi persoalan di dunia nyata. Di dunia maya-pun masalah etika masih menjadi perbincangan sendiri atau dikenal dengan netiket. Di internet, masalah etika justru semakin pelik apalagi dengan semakin bebas dan mudahnya akses dan publikasi informasi. Banyak kasus-kasus berkaitanĀ  dengan hal ini. Ambil kasus dipostingnya crack kartu kredit oleh salah satu blogger purwokerto. Kasus lain lagi yang sedang ramai adalah di tampilkannya figure Nabi Muhammad di salah satu entry di Wikipedia yang bagi masyarakat muslim adalah larangan keras.

Di sini-lah perlu ada saling pengertian dan penghargaan kepada keyakinan. Pada buku Komik Peradaban yang ditulis oleh Larry Gonicks misalnya, ketika membahas peradaban jaman pertengahan, dengan sadar dia tidak menampilkan gambar Nabi Muhammad demi menghargai keyakinan umat muslim. Di era seperti ini, setiap orang dapat ‘berbicara’ apa saja, tinggal apakah para netter mau memahami dan menghargai perbedaan keyakinan yang mau tidak mau akan saling bertemu dan bergesekan satu dengan yang lain.

Advertisements