isi_bensin.jpg

Saya sudah langganan untuk mengisi bensin di POM bensin dekat Bandara Adisucipto, terutama kalo mau pulang kampung.
Suatu ketika saya merasa agak jengkel dengan pelayanan di situ. Ceritanya gini. Waktu mau ngisi bensin kami harus antri. Ada dua lajur, saya pilih yang kiri karena kayaknya lebih sedikit yg antri. tapi ternyata lajur ini lambat sekali. Bahkan orang yang sama-sama masuk antrian ditambah 2 orang dibelakangnya, yang mengantri di lajur kanan, sudah terlayani. Uhh..Jengkel juga.

Setelah dapet giliran, saya baru tahu penyebabnya. Ternyata petugas pengisi bensinnya sudah sepuh. Bapak ini sepertinya saking hati-hatinya sehingga lambat sekali. Apalagi kalau menghitung uang kembalian.

Setelah melihat bapak ini saya tidak jadi jengkel. Saya merasa harus bisa berempati.
Bayangkan jika ia teledor menghitung kembalian, bisa dimaki orang (kalau kembalian kurang) atau nombok gantirugi (jika kelebihan).

Mungkin juga, dari bapak itu serta kejadian itu, saya bisa belajar untuk lebih sabar.