Tidak dapat dipungkiri bahwa internet saat ini telah menjadi salah satu media pendidikan yang sangat potensial. Internet tekah menjadi sebuah perpustakaan raksasa yang dinamis dan menyimpan dan menyediakan sumberdaya informasi tanpa batas.
Meski demikian, di Indonesia, akses internet masih menjadi barang mewah yang tidak semua orang memilikinya. Untuk memiliki akses internet diperlukan komputer, modem, langganan ISP atau telepon dengan biaya/pulsa yang tidak sedikit. Hal yang bukan barang murah apalagi jika dikaitkan dengan para praktisi pendidikan (guru atau siswa). Meski saat ini telah ada JARDIKNAS yang mengkoneksikan ribuan institusi pendidikan dan diharapkan akan lebih banyak lagi di waktu-waktu mendatang, ketersediaan infrastruktur JARDIKNAS sendiri tentu masih jauh dari melebihi cukup jika dibandingkan dengan jumlah sekolah, siswa dan guru.
Dengan fakta ini tentu saja perlu ada alternatif solusi dalam penyediaan akses internet yang mudah dan murah. Sebenarnya saat ini sudah ada beberapa alternatif yang potensial dalam akses internet ini, misalnya WIMAX atau PLC, yang meski sekarang masih relatif mahal dalam penyediaan infrastrukutr namun di waktu-waktu mendatang diperkirakan akan menjadi murah dan terjangkau.
Sarana yang sebenarnya sudah ada di depan mata dengan perangkat yang sudah banyak dimiliki adalah internet memanfaatkan koneksi telepon seluler. Saat ini sudah puluhan juta pengguna telepon seluler di Indonesia yang merupakan potensial untuk terkoneksi ke internet dengan mudah. Pengguna telepon seluler dapat terkoneksi menggunakan komputer dan memanfaatkan ponsel-nya sebagai modem, atau murni menggunakan ponsel untuk terkoneksi ke internet. Penggunaan ponsel sebagai modem sudah cukup banyak dipraktekkan, namun ternyata, meski harga perangkat relatif terjangkau, biaya koneksi masih relatif mahal. Kita akan fokus pada cara kedua, koneksi ponsel ke internet secara langsung.
Sekarang ini ponsel yang beredar di pasaran bisa dikatakan sebagian besar (mungkin 90% lebih) telah dilengkapi browser yang memungkinkan ponsel mengakses internet. Sayangnya, ada beberapa kendala
1. Sebagian besar pengguna ponsel tidak mengetahui fitur ini dan bagaimana memanfaatkannya.
2. Hanya konten dengan format tertentu yang dapat diakses oleh browser ini (misalnya WML, XML atau HTML yang sederhana).
3. Tampilan yang tidak user-friendly terkait dengan tampilan layar ponsel dan disain konten.
4. Biaya yang relatif masih mahal. Ini terkait dengan disain konten yang biasanya ditujukan untuk komputer yang memiliki total ukuran byte yang besar. Dengan besarnya byte, biaya pulsa yang umumnya menggunakan tariffing berdasar ukuran data, akan semakin mahal.

Beberapa kekurangan ini menjadi kendala yang cukup menyulitkan bagi pengguna ponsel. Namun, saat ini telah muncul beberapa produk yang menawarkan solusi. Google misalnya telah merilis sistem operasi Android yang mengusung Java sebagai bahasa yang mampu diprogram dan dijalankan di atasnya. Android sendiri menyediakan fitur-fitur yang mampu memanfaatkan kehandalan Google. Namun, kita tidak akan menemukan produk ini di pasaran setidaknya sampai pertengahan 2008 (apalagi di Indonesia).
Salah satu terobosan lain dikerjakan oleh Opera dengan proyek Opera Mini-nya. Saat ini Opera Mini sudah dirilis sampai versi 4.0 dan dapat didownload gratis (miniopera.com) serta dapat dijalankan di banyak variasi ponsel yang telah mendukung Java. Opera Mini memiliki beberapa kelebihan
1. Hampir sebagian besar konten internet dapat diakses.
2. Tampilan cukup nyaman (secara global, tampilan sudah mirip dengan tampilan komputer yang dikecilkan)
3. Biaya yang murah. Konten yang diakses oleh Mini Opera sudah dioptimasi untuk ponsel sehingga ukurannya menjadi sangat kecil dan pada gilirannya biaya pulsa menjadi murah.

Pemanfaatan ponsel dengan software semacam Opera Mini ini sangat dimungkinkan untuk meningkatkan penetrasi internet di masyarakat.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengenalan internet secara tidak langsung melalui ponsel ternyata lebih efektif dan menyenangkan terutama bagi pengguna yang belum mengenal komputer
Namun, karakteristik yang perlu diperhatikan adalah pengguna internet dengan ponsel seperti ini adalah pengguna pasif yang hanya mendownload data dan (yang karena keterbatasan perangkat juga) akan sangat jarang untuk mengupload data sehingga di pihak lain, perlu ada upaya untuk memperkaya konten terutama pengguna dan produsen konten yang bekerja di belakang layar komputer.