Libur panjang kali kemarin saya lebih banyak menghabiskan waktu di kampung. Kalau tidak ada acara, saya lebih banyak di rumah baca blog dan browsing. Tapi kalau pas ada acara kumpul-kumpul/pertemuan ama temen-temen terkadang tidak kenal waktu. Kadang tiba-tiba dijemput untuk membahas beragam hal. Malam tertentu membahas masalah kelompok tani, malam berikutnya tentang koperasi, lain hari tentang sekolah atau kegiatan sosial, laih hari lagi (setiap sabtu siang) olahraga badminton.. 😀
Dengan irama seperti ini saya harus bisa adaptasi untuk dapat switch dari satu masalah ke masalah lain dengan cepat. Untungnya saya sudah terbiasa dengan kondisi macam ini.

Mereka yang kumpul sebenarnya ya itu-itu saja. Tappi kalo di koperasi ketuanya si A, Orsosdes ketuanya si B, Lembaga zakat si C, dst. Kalau dilihat pengurusnya, orang nya sama semua, hahaaha
Dari segi usia teman-teman saya ini beragam, dari yang sudah hampir 40an dengan anak empat sampai yang paling muda masih bujangan usia 25an. Profesinya kebanyakan guru honorer, satu-dua PNS, ada yang petani/peternak, sopir, dll pokoknya komplit. Saya salut dengan teman-teman ini, meski cuma kegiatan kampung mereka tidak segan-segan ‘menembus’ instansi-instansi seperti Pemda, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Sosial, Dompet Dhuafa, anggota DPR dll.

Kalau diskusi, tidak jarang sampai lewat tengah malam. Yang membuat tidak bosan dari setiap pertemuan ini adalah suasana yang sangat cair, selalu banyak bercanda. Bahkan ketika ‘ngaji’ mingguan-pun sangat informal dan santai (dulu kami membahas kitab tafsir sekarang ganti kitab hadis karena kawan yang mafhum di bidang tafsir sudah bekerja di bandung). Di sini temen-temen tidak pernah kenal adanya kelompok ini atau itu yang saling berbeda dan tak jarang saling menjelekkan.

Oya, suatu malam ketika forumnya kelompok tani (padahal saya ini nggak ngeh masalah bertani), kami sepakat melahirkan blog baru untuk kelompok tani ini yaitu ngulirbudi.wordpress.com. Meskipun hampir semua anggota tidak paham apa itu blog atau website atau internet (Seorang kawan mengirim SMS begini : “piye wetseb pertaniane?” hehehe)

Dalam hal pengalaman hidup dan bermasyarakat saya bisa dibilang kalah total dengan mereka. Banyak dari mereka yang aktif di masyarakat, banyak yang biasa berdakwah di kampung lain yang tingkat pemahaman agamanya masih minim.

Dari mereka, dan kegiatan kampung seperti ini, saya banyak belajar.

Advertisements