Di penghujung 2007. Sepertinya tidak terasa, terkadang terasa cepat, kadang sebaliknya. 2007 merupakan tahun yang banyak memberi hikmah bagi saya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama tahun ini, pengalaman manis, pahit sampai yang asem dan asin (hehehe).

Yang paling terasa tentu saja adalah akhirnya saya bisa menyelesaikan studi, setelah ‘terlunta-lunta di negri orang’ selama beberapa waktu lamanya. Dulu, ketika mengerjakan tugas akhir, bisa dikatakan menjadi masa-masa yang sangat sulit. Ketika teman-teman lain sudah menyelesaikan studi dengan cepat dan relatif mudah, saya (dan beberapa teman) sempat sedikit terganjal entah karena tema yang berat atau kendala lain. Yang semakin menambah stress, waktu itu ada isu bahwa yang tidak segera menyelesaikan studi akan dikenai biaya SPP yang kabarnya sampai 4-5 juta (arrghhh). Saya hanya mikirin, barang apa yang bisa dijual? Motor? Komputer? Saya sempat pulang kampung karena terlalu pusing. Ternyata di kampung malah ada gempa. Saya semakin lama di rumah, sampai akhirnya di-SMS temen karena dicari dosen pembimbing (biasanya dosen saya ini paling sulit untuk ditemui).

Setelah beberapa saat, akhirnya jalan itu mulai terbuka. Saya pindah kos, berganti lingkungan dan suasana, bergaul dengan teman baru. Dosen saya juga mulai mudah dan terbuka untuk komunikasi. Alhamdulillah akhirnya saya selesai juga. Meski demikian, selama di Bandung, banyak sekali saya terbuka wawasan. Saya sangat beruntung bertemu guru-guru yang luar biasa. Tidak saja mereka ini sekedar mentransfer ilmu, tapi lebih dari itu mereka mampu menjadi pembentuk karakter. Saya juga beruntung memiliki banyak teman yang banyak menjadi sandaran ketika gundah, atau sekedar pendengar yang baik dengan celotehan saya yang tak karuan 😀
After all, Bandung telah menjadi salah satu bagian dari saya..

Tahun 2007 juga menjadi hujan publikasi yang cukup bertubi-tubi. Beberapa liputan di media cetak banyak yang mengulas karya-karya saya yang mulanya saya buat dengan setengah iseng saja. Paling tidak ada 3-4 tabloid dan 1 majalah yang sempat terdeteksi mengulas beberapa karya saya. Yang cukup mengejutkan, Metro TV-pun mengundang saya untuk menjadi nara sumber di salah satu programnya, e-Lifestyle. Sebelumnya saya sebenarnya pernah berkelakar kalau suatu saat akan diwawancara di e-Lifestyle, ternyata terwujud. 😉

Yang paling asyik selama tahun ini adalah saya mulai aktif nulis di blog setelah kuliah selesai. Aktifitas ini ternyata membikin kecanduan. Saya sempat membuat beberapa blog, meski blog utama saya tetap di WP ini. Tulisan-tulisan saya, mulai dari yang agak serius sampai asal-asalan, dari masalah IT sampai keislaman, satu persatu muncul. Blog yang dulu pernah agak saya underestimate, ternyata adalah kekuatan luar biasa. Banyak pengalaman dan kenalan baru yang saya dapatkan.
Sampai saat posting ini dibuat, statistik blog saya ini adalah sbb:

Jumlah dikunjungi: 60,064
Best Day Ever: 901
Tulisan: 149
Komentar: 345
Kategori: 10

Meski belum apa-apa dibanding blogger lain, bagi blogger pemula, ini adalah statistik yang cukup membuat saya senang. Nampaknya aktifitas satu ini akan saya giatkan lagi tahun depan 😉 Apalagi saya mulai tergoda lagi dengan cita-cita masa kecil saya untuk menjadi penulis besar. hehehe..

Tahun ini saya juga banyak menjejakkan kaki di beberapa tempat yang lumayan jauh. Yang paling jauh tentu saja di Hanoi. Saya sebenarnya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan. Tapi perjalanan-perjalanan ini banyak membuka horizon berfikir saya. Ada banyak hikmah yang tersembunyi di mana-mana, tinggal kita pintar-pintar dalam mencari…

Sebenarnya banyak refleksi 2007 ini yang belum semua dapat ditulis. Bingung mau nulis apa :-D. Banyak pencapaian atau cita-cita yang sudah terpenuhi, beberapa bahkan melampaui harapan(meski bg anda mungkin hal biasa saja 😀 ). Ada pula cita-cita dan impian besar yang belum terpenuhi tahun ini.

Namun, dari semua itu, saya setiap saat seperti selalu saja tersentak dan tersadarkan, bahwa saya ini hanya manusia bodoh. Saya mengira saya ini sudah ‘tahu’ sesuatu hal,ketika tertampar tersadarkan, saya baru tahu kalau saya ini sebenarnya ‘tidak tahu apa-apa’. Itu selalu terjadi, lagi dan lagi..
Oleh karenanya saya wajib berterimakasih dan bertakzim pada para guru yang dengan sadar atau tidak sadar telah menjadi pencerah bagi saya. Guru yang pernah saya kenal dari alam nyata maupun dari dunia maya, guru yang orang terkenal sampai orang biasa. Guru yang tahu bahwa dia adalah guru, ataupun guru yang tidak sadar bahwa dia adalah guru saya.

Saya berterimakasih juga dengan kebersamaan dan persaudaraan dari kawan-kawan. Yang pernah saya bertatap wajahnya maupun yang hanya pernah bertemu secara online. Kawan-kawan yang setia bersama dalam suka dan duka, yang menjewer ketika saya khilaf, yang menghibur di kala duka, yang menyokong di kala saya terlunta, yang ikut tertawa di kala bahagia.

Tidak ada yang mampu membalas itu semua kecuali Tuhan. Saya tidak punya apa-apa..

Kita tatap 2008 dengan optimis, langkah yang pasti dan penuh cinta…