read.gif

Ketika Anda membaca*) apa yang Anda harapkan akan peroleh dari bacaan tersebut. Apakah sekedar untuk membaca tanpa makna, mencari justifikasi, menambah informasi, membuka wawasan, merubah paradigma, mencari horizon baru atau yang paling ekstrim mem-brainstorming dan merombak total keseluruhan hidup dan cara hidup?

reading_kid.jpgAnak TK atau SD membaca sebuah paragraf hanya sekedar membunyikan simbol. Mereka masih butuh banyak waktu dan ilmu untuk mengetahui arti apalagi makna hakiki dari tulisan yang dibacanya. Ketika usia lebih tinggi dan bisa membaca dan memahami kata/kalimat, bacaan bisa memberi kita informasi baru, seperti air yang mengisi gelas-gelas kita yang masih kosong. Dari tidak tahu menjadi tahu.

Kita senang ketika sebuah bacaan sesuai dengan ide, pikiran atau tindakan kita, sebuah justifikasi/pembenaran diri dan kita merasa senang karena ada “kawan sejalan”. Kita berang ketika menemukan bacaan yang kontradiksi dengan kita, sebuah justifikasi untuk menyalahkan serta menarik garis dengan “lawan.” Kadang kita berhenti di tataran ini, mengkoleksi dan hanya membaca bacaan yang “sejalan”, membuang jauh bacaan yang berseberangan, seringkali tanpa melihat dengan kritis dan obyektif. Disini, bacaan adalah hitam dan putih.

Suatu ketika Anda mungkin menemukan bacaan yang membuka horison berpikir, melihat dengan sudut pandang baru. Ibarat melihat sebuah kota dari kaki bukit, kita naik beberapa tingkat lebih tinggi ke bukit tersebut, kita akan melihat kota yang selama ini kita lihat ternyata memiliki pemandangan (agak atau jauh) berbeda dari selama ini kita lihat.

Bacaan lain mungkin memberikan efek yang sangat dahsyat. Merubah total hidup kita. Merubah apa yang selama ini kita pandang atau bagaimana memandang. Membuat kita merasa dilahirkan kembali ke dunia yang sama sekali baru. Kalau ada metafora di atas tentang kota, bukit dan kita, maka efek kali ini kita bahkan mendefinisi ulang apa itu bukit dan apa itu kota serta apa itu makna diri kita sendiri.

Saya akan bertanya kepada Anda dan juga saya sendiri, sejauh apa bacaan-bacaan yang selama ini Anda baca memiliki peranan dan efek bagi kita?
Saya tanya lagi, bagaimana jika bacaan tadi adalah Al-Quran? Apakah kita membaca Al-Quran seperti anak TK membaca lima sila dalam Pancasila? Atau kita hanya pandai membaca dan memilih ayat-ayat (serta tafsiran) yang sesuai selera kita atau kelompok kita dan berlagak tidak tahu ayat-ayat yang tidak seiring dengan ide atau kebiasaan kita?

Lebih dalam lagi, apakah Al-Quran telah memberi efek bagi kita untuk melihat hidup kita ini dengan cara dan sudut pandang baru? Jauh lebih dalam lagi, apakah Al-Quran telah mem-brainstorming, merubah total keseluruhan aspek kehidupan kita, melahirkan kita menjadi manusia baru?

*) Membaca di sini bisa diartikan membaca tulisan (buku, blog, website dll), bertemu dan berkenalan dengan sesama manusia, atau membaca ayat-ayat kauniyah dari alam semesta.