Ramadhan ini saya sebenarnya pengin lebih banyak di kampung, untuk lebih fokus ke kegiatan. Namun, ternyata kesibukan malah membuat saya jarang pulang. Kemarin sore saya sempatkan pulang karena saya pengin mengikuti pengajian setiap malam Jumat.

Mengikuti pengajian semalam saya merasa senang dan bangga sekali. Sudah lama saya mendiskusikan dengan teman-teman bagaimana kita ‘mengangkat’ anak-anak didik kita di depan publik. Di samping masyarakat bisa mengetahui prestasi mereka, saya yakin ini adalah salah satu media berharga bagi anak-anak untuk melatih mental mereka. Beberapa kegiatan pernah dicoba dan beberapa gagal, bahkan sebelum sempat running, karena banyak sebab.

Dan tadi malam salah satu yang membanggakan adalah tampilnya anak-anak didik (dari TPQ dan Madrasah Ibtidaiyah) yang kami kelola di pengajian umum setiap malam Jumat, baik pada pembacaan Al-Quran serta Kultum Iftitah. Saya dulu sering sekali mendorong supaya anak-anak kita berani tampil. Dalam beberapa pengajian sebelumnya telah tampil juga, namun saya tidak sempat pulang. Pada Jumat kali ini saya menyarankan untuk dibawakan kultum dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Saya juga carikan konsep/teksnya.

Pada kesempatan tadi malam, kultum Iftitah dibawakan oleh Desi, yang meski bahasa Inggrisnya masih belum begitu fasih, tapi keberanian dan semangatnya begitu membanggakan. Ternyata upaya ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat, bahkan tadi malam, 3 siswa-siswi kami ini mendapat penghargaan dari takmir masjid.

Semoga ini menjadi awal yang positif

desy.jpg

Advertisements