Kemaren di Oprah Winfrey Show sempat lihat preview dari serial National Geographics tentang alam yang spektakuler, yang konon katanya belum pernah dilihat sebelumnya. Beberapa adegan langka yang diperlihatkan misalnya tentang anjing laut yang dimakan hiu (dilahap hanya dalam hitungan detik), seekor gajah yang diburu 39 singa, dan beberapa lainnya termasuk, adegan beruang kutub yang keluar dari sarang dengan 2 anaknya yang kecil-kecil.

Beruang ini katanya biasanya ‘malas’ berenang, tapi karena adanya global warming, semakin banyak es yang mencair dan mereka terpaksa harus lebih banyak berenang. Video ini-pun didedikasi kan untuk mendokumentasikan pemandangan-pemandangan alam spektakuler dunia yang kemungkinan akan punah karena global warming.


Beberapa jam kemudian saya nonton tayangan kru Metro TV yang ‘menaklukkan’ Pucak Cartenz Pyramyd, puncak tertinggi di Indonesia, bahkan di Asia Pasifik. Semula, mereka terjebak dalam cuaca buruk dan badai salju di puncak Cartenz. Perjalanan mencapai puncak Cartenz Pyramid, salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia, yang semestinya ditempuh 18 jam pulang-pergi harus dilalui 38 jam karena cuaca buruk.

Ferisa Johan, presenter Metro TV yang berhasil mencapai puncak tampak emosional mengingat beratnya pendakian yang dilalui.

Satu hal yang unik dari Puncak Cartenz ini adalah puncak ini memiliki salju, padahal letaknya berada di garis khatulistiwa.

Hal yang patut menjadi keprihatinan adalah salju di puncak Cartenz diberitakan ini semakin lama semakin menyusut. Lagi-lagi karena global warming.

Ternyata efek global warming ini sedemikian besar ya, dan sayangnya kepedulian di antara kita kayaknya masih sangat kurang..

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki supaya mereka merasakan sebagian dari perilaku mereka itu supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).”   (QS.. Ar-Ruum: 41)