euclides.jpgEuclides(300SM) mendapati salah seorang muridnya bertanya apa yang dapat dia peroleh dari mempelajari geometri. Euclides menjawab dengan sinis, “Berikan dia uang tiga picis, sebab ia hanya ingin mendapat untung dari apa yang dia pelajari.”

Pada jaman orang Yunani tidak seorangpun beranggapan kalau belajar geometri kerucut memiliki manfaat. Namun, ketika Galileo menemukan bahwa gerak peluru berbentuk parabola dan Kepler menemukan bahwa gerak planet ternyata berbentuk elips, tiba-tiba saja karya orang Yunani yang didasari rasa cinta kepada teori menjadi sebuah kunci utama dalam peperangan dan astronomi.
Manfaat ilmu (imu apa saja) kadang baru menemukan bentuk dan kegunaan setelah puluhan bahkan ratusan tahun. Penicilin hampir menjadi fosil sejarah dan sampai akhir hidupnya, Alexander Flemming mengira ia telah gagal total, sampai akhirnya catatan Fleming ditemukan Howard Walter Florey dan Ernst Boris Chain yang menyempurnakan hasil penelitian Fleming sehingga Penicilin menjadi salah satu revolusi dalam kedokteran dan Flemming sendiri dianggap sebagai salah satu 100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia (http://media.isnet.org/iptek/100/Fleming.html)

Pak Edi setiyoko, tetangga saya di kampung. Waktu itu beliau mengelola Madrasah Aliyah di kampung kami. Semangatnya berapi-api. Siswa Aliyah ini sempat di-“pesantrenkan” di rumah saya. Dan seperti menjadi bagian keluarga selama beberapa tahun. Seiring banyaknya sekolah yang tutup, Aliyah ini akhirnya juga tutup bersama pesantrennya.

Pak Edi kemudian menjadi dosen di UMS. Karirnya justru melambung di sana juga menjadi penceramah rutin di sebuah radio. Melanjutkan S2 dan S3. Belajarnya juga luar biasa. Ditemani rokok dan kopi, bisa membaca buku semalam suntuk.
Akhirnya tubuhnya juga tidak kuat, didiagnosa kanker usus, dan tidak tertolong.
Penelitiannya tentang apa, saya tidak pernah tahu…

Dulu saya punya teman, Mas Hardi,teman sekos saya waktu saya SMA. Kos kami sederhana sekali, hanya disekat kayu dan tripleks, jadi kami bisa saling mengobrol sambil tiduran di kamar masing-masing. Waktu itu beliau ini S2 di Fakultas Syariah IAIN. Bukunya buaanyak sekali, beberapa rak besar. Hampir tiap malam membaca buku dari habis isya sampai hampir subuh. Beliau ini dulu bahkan menjadi ‘andalannya’ IAIN Jogja. Tidur dan makan, dua kebutuhan dasar manusia, bagi beliau, kayaknya telah terkalahkan oleh kecintaan ilmu.
Suatu ketika tubuhnya ternyata tidak mampu lagi beliau jatuh sakit, sangat parah, dan akhirnya meninggal dunia, dalam usia masih muda.

Penelitiannya, wujud kepeduliannya terhadap ummat, konon tentang keberagamaan orang pinggiran kali Gajah Wong, entah membahas apa…

Kata Soe Hok Gie “”Berbahagialah orang yang mati muda”. (Gie sendiri mati muda..)


Nenek saya sekarang mungkin sudah lebih dari 90 tahun usianya. Beliau telah melewati banyak zaman serba sulit (Belanda, Jepang, Kemerdekaan, DI/TII, PKI…). Dunia, bagi beliau mungkin hanya sebatas lingkungannya, rutinitasnya, tapi perjuangannya bagi saya sangat luar biasa. Saya tidak pernah bertemu kakek saya karena beliau meninggal ketika masih muda. Nenek saya inilah yang membesarkan dan menghidupi anak-anaknya. Mungkin karena itu-lah anak-anaknya begitu besar cintanya kepada beliau.

Beliau ini punya kebiasaan membaca Al-Quran dengan terjemah pegon (Arab-Jawa) setiap selesai shalat fardlu, rutinitas dengan istiqomah luar biasa yang mungkin sudah dijalani puluhan tahun sejak remajanya. Kalau dipikir buat apa beliau belajar seperti itu, toh usia sudah uzur.

Saya kira jawabnya sederhana saja, ibadah dan cinta ilmu..

Nenek saya ini usianya termasuk panjang, teman seusianya sudah habis atau sudah pikun. Beliau pernah berkali-kali jatuh sakit, tidak sadar berkali-kali dan kami sudah pasrah. Beberapa hari lalu, waktu saya pulang beliau sempat sakit dan tidak sadar beberapa lama. Tapi ternyata Allah masih memberi kesempatan.

Mudah-mudahan beliau ini termasuk yang berbahagia dan beruntung (namun tidak seperti kata Gie), panjang umurnya dan banyak amalnya.. insyaallah..

Foto ini saya ambil beberapa tahun lalu, ketika beliau masih dalam waktu pemulihan, setelah sakit parah berhari-hari. Bahkan dalam waktu pemulihan dari sakit seperti itu, beliau masih saja menyempatkan membaca Quran dan terjemah pegonnya..

Advertisements