Oya, melengkapi hari kemarin dan masih berkait soal perbukuan, habis maghrib saya menyempatkan meengunjungi sebuah pameran buku. Awalnya mau lihat-lihat saja, ternyata tergoda juga untuk beli beberapa buku; 3 buku tentang parenting, 1 buku tentang teknik presentasi dan 1 buku lagi tentang spiritual in the new age. (Sebenarnya ada satu buku lagi yang menjadi bonus, tentang pernikahan)

Saya tertarik buku parenting karena saya memang baru suka topik ini selain saya pengin kasih kado teman saya yang punya momongan baru. Buku teknik presentasi saya beli karena saya termasuk kurang bagus dalam presentasi dan baru cari ‘amunisi’ untuk pengin memperbaiki. Buku ketiga saya beli karena penasaran dengan penulisnya. Penulis buku ini kebetulan dulu kakak kelas SMA saya dan sekarang S3 di Harvard. Saya sebenarnya hanya kenal sekilas dan hanya sekali-sekali chating di YM dan saya kurang begitu tahu ‘sepak terjangnya’. Saya kebetulan kemarin siang baru baca di sebuah situs, katanya dia ini termasuk ‘daftar hitam’ intelektual Indonesia, jadi saya penasaran saja pengin sedikit tahu apa sih yang ditulisnya dan kenapa sampai dimasukkan di daftar hitam tadi.. (I dont judge a book by it’s cover).
(Saya semalam juga sempat diskusi dengan salah satu temen yang dulu satu SMA juga, dan seperti biasanya, rame sekali, kali ini membahas tentang penulis yang kakak kelas kami ini. Sampe jam 12 malem. hehehe…)

Tapi beli buku lain dengan membaca-nya. Kalo beli bisa sampai menumpuk, giliran pas baca kadang tidak bisa sewaktu-waktu bisa dilakukan, tergantung kelonggaran dan mood, dan tentu saja kadang harus menunggu waiting list buku-buku lain yang belum terbaca.

Advertisements