sbudur1.jpg

Kemarin saya mengantarkan para peserta Diklat (di lembaga saya) untuk ber-rekreasi salah satunya ke Borobudur di Magelang. Candi Borobudur ini dibangun oleh Sanmaratunnga pada abad ke-8 yang termasuk Budha Mahayana, ditemukan oleh Raffles pada tahun 1814, dalam keadaan terkubur dan tidak teratur.

Candi ini bisa dikatakan sebagai bangunan mass construction dan menurut saya memang pantas disebut sebagai salah satu keajaiban dunia (bener gak sih Borobudur termasuk 7 keajaiban dunia? Coba baca posting ini). Borobudur terdiri dari beberapa tingkat yang memiliki relief-relief yang menggambarkan banyak hal, misalnya kehidupan Buddha, kehidupan masyarakat, makhluk halus dan sebagainya. Dalam pandangan Buddha tataran manusia memiliki beberapa level yang konon juga divisualisasikan pada tingkat-tingkat di Borobudur. Pada tataran kamadatu manusia masih terbelenggu oleh nafsu dan berorientasi pada dunia materi. Pada tingkatan di atasnya, rupadatu, manusia sudah beranjak melepaskan diri dari belenggu nafsu dan tujuan duniawi. Tingkatan paling atas adalah arupadatu, yang merupakan dunia kosong. Manusia sudah lepas dari nafsu dan belenggu kehidupan duniawi. Mungkin karena itu, sehingga pada tingkatan ini tidak ada relief sama sekali.

Saya sebenarnya pengin mengambil foto-foto yang lebih lengkap sekaligus mempelajari ‘filosofi’ lebih dalam di balik Borobudur ini namun karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya saya hanya mengambil beberapa gambar saja. Mudah-mudahan lain kali..

 sbudur2.jpg

Advertisements