mirr.jpg 

Bagi kebanyakan orang, kritik barangkali sebuah barang tabu. Entah karena kultur, kondisi sosial, kebiasaan atau sebab lain. padahal kritik (konstruktif) ibarat sebuah cermin tempat kita melihat muka sendiri. Bayangkan jika kita menyisir rambut, mencukur kumis, memakai bedak, memakai lipstik tanpa bercermin?

Suatu hal sulit untuk bersikap kritis dan lebih sulit lagi untuk siap dikritisi. Kritikan seperti pil pahit yang tidak semua orang mau dan mampu menelannya. Seringkali kritik membuka mata kita, namun di sisi lain kritik itu sekaligus menyakitkan hati kita. Tapi dapatkah kita membayangkan hidup tanpa kritik? ketika itulah kita akan dikelilingi para penjilat, orang-orang yang carmuk, manusia-manusia bertopeng. Kita tanpa sadar menjadi terasing dari diri kita sendiri, menuntun kita menjadi orang yang egois, keras kepala, bahkan keras hati. Padahal teman yang baik adalah teman yang mau bersikap kritis terhadap kita. Ketika kita mulai menutup mata dan telinga dari kritik yang tidak kita inginkan, ketika itu pula kita sebenarnya membuang mutiara-mutiara yang sebenarnya kita butuhkan, menyianyiakan teman yang dengan ikhlas bersikap jujur dan perduli dengan kita sehingga yang tersisa di sekitar kita hanyalah para penipu berkedok, orang-orang bermuka manis di depan kita padahal di belakang kita mungkin saja mereka menertawakan bahkan merongrong dan menghancurkan kita.

Namun, tentu saja tidak semua kritik bermanfaat. Kita harus memilah dan memilih kritik-kritik yang konstruktif dan biarkan daja terbang bersama angin kritik-kritik yang menghancurkan. Jangan pula kritik menjadikan kita minder dan jatuh, justru sebaliknya, kritik adalah tolok ukur yang menunjukkan tingkat keberhasilan kita dan menjadi penyemangat untuk berbuat yang lebih baik. Kritik-kritik itu sekaligus menunjukkan bahwa kawan-kawan kita adalah orang-oarng yang betul-betl peduli dengan kita dan bukan orang-orang yang bermuka manis yang hanya mau ‘memanfaatkan’ kita. Pun sebaliknya kita harus mampu bersikap kritis kepada teman-teman kita meskipun itu tidak mereka inginkan. Seorang teman yang baik adalah bukan teman yang selalu ada saat diinginkan, tapi dia akan selalu ada saat dibutuhkan.

Jangan keras kepala!
Kita dikritik maka kita bertahan hidup…

Masjid Salman, Agustus 2005

Advertisements