photo-0128.jpgPagi ini saya berangkat dari kampung ke Jogja. Masih cukup pagi, sekitar Jam 6. Biasanya sepagi ini dan jam-jam sebelum jam 7 jalan ramai dengan anak-anak sekolah. Angkutan umum-pun biasanaya berebut penumpang karena jam-jam tersebut bisa dibilang sebagai prime time-nya para sopir angkutan. Nha, ini yang kadang mengkhawatirkan dan memprihatinkan. Gara-gara penumpang dan calon penumpang banyak, waktu yang mepet dan untuk mengejar setoran, seringkali pengemudi angkutan ini akhirnya bertindak ceroboh dan ugal-ugalan.

Dan pagi ini saya merasakan kecerobohan ini. Ketika di jalanan yanng cukup ramai dengan anak sekolah, di depan saya ada angkutan yang cukup mengesalkan. Ketika saya akan mendahului, dia lebih mempercepat laju kendaraan. Kadang ketika dia menaikkan penumpang saya harus menunggu di belakang nya karena lajur kanan sedang penuh. Dan ketika laju kendaraan angkutan itu beserta kendaraan saya melaju lumayan cepat, tiba-tiba saja dia mengerem dengan sangat mendadak karena mau menaikkan penumpang. Kontan saja saja terkaget dan refleks mengerem motor saya juga (untungnya tadi saya gak jadi pakai motor Astrea Grand yang rem-nya sudah tidak pakem lagi). Namun, seperti yang saya khawatirkan, saya mungkin bisa mengendalikan kendaraan meski hanya beberapa senti sebelum menabrak angkot itu, tapi motor yang di belakang saya ternyata tidak. Dan tanpa ampun, dia-pun menabrak saya… Saya agak oleng meski akhirnya bisa mengendalikan kendaraan. Tapi orang yang menabrak saya itu langsung tersungkur meski tidak sampai luka parah. Yang membuat kesal, angkot yang jadi penyebab tabrakan itu langsung ngacir seolah tanpa dosa…