mosq

Januari lalu jaringan TV CBS Kanada menayangkan seri komedi situasi berjudul “Little Mosque On The Prairie”. Komedi ini cukup menarik perhatian mengingat selain promosi yang gencar juga tema yang diangkat cukup hangat dan menggelitik.
Saya sendiri belum sempat menonton versi lengkap film ini (versi online nya sudah ada di youtube.com tapi download susah banget, maklum koneksi yang pas-pasan jadi saya juga kurang konsentrasi juga menyaksikannya..).

Komedi yang ditulis Zarqa Nawaz dkk ini mengangkat cerita tentang komunitas minoritas muslim di sebuah kota kecil di kanada.Film ini memang ditujukan baik pemirsa muslim maupun non-muslim. Komedi ini mengangkat ‘kelucuan-kelucuan’ dan kekonyolan orang-orang Barat seputar stigma berlebihan tentang Islam, misalnya menceritakan tentang seorang muslim yang tenah antri di bandara ditangkap polisi karena dicurigai sebagai pembom bunuh diri gara-gara menelepon di tempat umum sambil menyebut istilah-istilah tertentu yang konon dianggap sebagai berbau ‘teroris’. Film ini juga berisi kritik-kritik terhadap sebagian umat Islam terhadap kekakuan pemahaman tentang Islam, seperti perdebatan mengenai perlu tidaknya hijab.

Beberapa film senada pernah dibuat (meski bukan dalam bentuk komedi) misalnya film “Long road to heaven” tentang bom Bali, atau “Paradise now” yang bersetting konflik Palestina (sayangnya saya juga belum sempat menonton kedua film ini) keduanya bercerita tentang konflik dan bagaimana ragam sudut pandang memaknai jihad dan doktrin-doktrin yang polemis.
Dari sisi komedi sendiri, di dunia Islam (khususnya Asia Tengah) terdapat legenda Nasruddin Hoja yang kocak dan cerdik dalam melihat dan ‘menertawakan’ diri ataupun lingkungan.

Kembali ke film “Little Mosque On The Prairie”, banyak pihak memiliki harapan bahwa dari upaya-upaya semacam ini akan lebih dapat memberikan wacana baru (baik bagi muslim maupun non muslim) dalam rangka untuk saling memahami dan membangun masa depan yang lebih damai. Mudah-mudahan nantinya film ini akan diputar di Indonesia dan mudah-mudahan pula orang-orang kita tidak terlalu paranoid dengan kritik-kritiknya

hunting filmnya dulu yuk…

Advertisements