You are currently browsing the tag archive for the 'sony ericcson themes' tag.

ayat kursiAplikasi islami (islamic mobile application) berbasis Java untuk handphone/ponsel yang berisi Ayat Kursi ini dengan bacaan audionya, beserta transliterasi, terjemahan Bahasa Indonesia, Terjemahan Bahasa Inggris.
Versi Java MIDP 2.0

Download Aplikasi Ayat Kursi

“Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.s.,al-Baqarah:255)

Ayat Kursi merupakan sebutan untuk Ayat Al-Baqarah ayat ke 255. Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa ayat ini merupakan ayat teragung dari Kitabullah (HR. Muslim).

Keutamaan Ayat Kursi adalah:

a. Bahwa ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung di dalam Kitabullah secara umum karena ia memuat banyak sekali asma-asma Allah dan sifat-sifat-Nya.

b. Kesempurnaan Qayyûm-Nya, Qudrat-Nya, keluasan kekuasaan dan keagungan-Nya sehingga hal ini mengajak kita untuk mentadabburi dan merenungkannya.

c. Bahwa tidak terselubung dan luput satupun yang tersembunyi di muka bumi ataupun di langit oleh Allah Ta’ala “Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.” Hal ini mengandung konsekuensi keharusan seorang Muslim untuk menghayatinya di dalam seluruh kehidupannya.

d. Menetapkan adanya syafa’at dan bahwa ia tidak akan dapa diraih kecuali dengan beberapa persyaratan, diantaranya idzin dan ridla-Nya terhadap hal yang disyafa’ati, “Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (Silsilah Manâhij Dawrât al-‘Ulûm asy-Syar’iyyah – Fi`ah an-Nâsyi`ah)

Menurut Ibnu Athiyah, yang dimaksud dengan kursi, berdasarkan hadits-hadits Rasulullah saw, adalah makhluk Allah yang agung yang berada di antara Arsy Allah swt, sedangkan Arsy Allah tentunya lebih besar berbanding kursiNya. Perbandingan antara keduanya seperti yang dituturkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Abu Dzar, “Bukanlah kursi Allah yang berada di Arsy Allah itu melainkan hanya seperti sebuah lingkaran besi yang dilemparkan di salah satu penjuru bumi”.

Ayat al-Kursi merupakan satu-satunya ayat yang dalam redaksinya ditemukan tujuh belas kali kata yang menunjuk kepada Allah swt. Enam belas diantaranya terbaca dengan jelas dan satu tersirat. Perhatikanlah terjemahan di bawah ini:

“Allah (1) Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia (2) Yang Maha Hidup (3) Kekal, (Tuhan) Tuhan yang terus menerus mengurus (4) (makhluk-Nya). Dia (5) tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya (6) apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah (7) tanpa izin-Nya (8). Allah (9) mengetahui
apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu Allah (10), melainkan apa yang dikehendaki-nya (11). Kursi (pengetahuan/kekuasaan)-Nya (12) meliputi langit dan bumi. Allah (13) tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah (14) Maha Tinggi (15)
lagi Maha Besar (16)

Dianjurkan membaca ayat Kursi seusai setiap shalat fardlu, ketika akan tidur dan dibaca di dalam rumah agar mendapat perlindungan Allah dan terhindar dari syaithan.

Saya telah membuat aplikasi Islami berbasis Java untuk handphone/ponsel yang berisi Ayat Kursi ini dengan bacaan audionya, beserta transliterasi, terjemahan Bahasa Indonesia, Terjemahan Bahasa Inggris.

Dikompilasi dari berbagai sumber:
http://bungakehidupan.wordpress.com/2008/11/15/tafsir-ayat-kursi-al-baqarah-255/
http://ibnutarmidzi.multiply.com/reviews/item/22
http://www.unhas.ac.id/~rhiza/arsip/tarbiyah2/tarb-98/tar-1014.htm

shalawat3

Suatu ketika saat mendengarkan tausiyah dari seorang ustad di masjid ba’da Shubuh, pak ustad menceritakan sebuah kejadian menarik. Diceritakan bahwa suartu ketika di sebuah masjid ada seorang wanita tua/nenek-nenek yang rutin sholat berjamaah di masjid itu di setiap waktu Dhuhur. Uniknya, setelah usai shalat nenek ini tidak segera pergi meninggalkan masjid, akan tetapi dia beranjak ke halaman dan membersihkan daun-daun yang berserakan di halaman masjid. Namun anehnya lagi, dia tidak membersihkannya denga sapu atau alat lain, melainkan dengan memunguti satu demi satu dengan pelan-pelan dan seperti sambil menikmati setiap helai daun yang dipungut. Tidak peduli dengan matahari di atas kepala yang menyengat panas.
Setelah bebereapa waktu hal ini menjadi perbincangan beberapa pengurus. Entah karena agak malu, karena nenek yang segitu tuanya saja masih sanggup membersihkan halaman, mereka yang jauh lebih muda malah tidak bisa. Atau mungkin juga mereka kasihan dengan nenek itu yang sudah rela berpanas-panasan untuk membersihkan daun-daun yang berserakan.
Singkat kata terjadi kesepakatan bahwa halaman masjid harus bersih setiap hari sehingga nenek itu tak perlu lagi membersihkan sehingga dapat beristirahat saja.
Ketika siang tiba si nenek seperti biasa sholat jamaah dan setelah itu akan melanjutkan kebiasaan memungut daun-daun, dia sontak kaget ketika mendapati halaman telah bersih. Tiba-tiba dia menangis dan bersedih sekali. Orang-orang jadi bertanya-tanya, bukankah halaman sudah bersih.
Pak Kyai lalu menemui nenek itu untuk menanyakan permasalahannya. Setelah berbincang empat mata, Pak Kyai lalu memerintahkan untuk membiarkan halaman menjadi seperti biasanya (tidak dibersihkan) dan memberi kesempatan untuk si nenek untuk dapat membersihkannya. Alasannya? Kata Pak Kyai, sang nenek memintanya untuk merahasiakan alasan si nenek sampai nenek itu meninggal nantinya.

Waktu pun berlalu dan nenek itu akhirnya menghadap Yang Maha Kuasa. Pak Kyai pun kemudian menceritakan apa yang dulu pernah terjadi. Ketika ditanya Pak Kyai kenapa nenek itu bersedih melihat halaman yang sudah bersih, padahal dia kan bisa beristirahat saja tanpa perlu membersihkan daun-daun di tengah terik matahari. Nenek itupun berkata, ”Pak Kyai, saya ini hanya nenek tua yang tak punya ilmu. Saya hanya bisa beramal sedikit saja yang saya tahu ilmunya. Sedikit amal itu di antaranya adalah memungut daun, helai demi helai, dan setiap satu helai saya membaca shalawat untuk Rasulullah sampai halaman bersih dan tak ada lagi daun-daun berserakan. Saya hanya berharap dengan shalawat itu, Rasulullah berkenan memberi syafaat ketika nanti di hari kiamat. Jadi ijinkanlah saya untuk bisa memungut daun-daun itu setiap hari.”

Subhanallah…

—-
Seperti nenek itu yang berusaha ingin selalu bisa bershalawat dengan berbagai cara ( seperti si nenek dengan memungut daun), saya membuat themes untuk ponsel yang berisi tampilan berupa shalawat (bertuliskan kaligrafi Arab Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad), yang dengan setiap melihat HP dan melihat themes ini mudah-mudahan menjadi pengingat agar lisan berucap shalawat, dan semoga dengan shalawat ini Allah meridhai sehingga Rasulullah nanti akan memberi syafaat bagi kita di hari kiamat .

Themes ini saya buat dalam dua versi, Nokia dan Sony Ericcson (khususnya untuk HP dengan ukuran layar 176×220)

shalawat4

Download SE Themes


Download Nokia Themes

naruto1Setelah membuat beberapa themes untuk Nokia (Nokia Themes), kali ini saya coba membuat juga themes untuk Sony Ericcson. Kali ini saya membuat themes Sony Ericcson untuk Naruto dan satu lagi Avatar. Saya baru mencoba untuk beberapa tipe ponsel sekelas K610i, untuk tipe lain belum saya coba (harusnya sih bisa).
Silahkan download themes gratis ini di free-se-themes.blogspot.com


About Me
.



download tutorial blog wordpress

mtmamim on wordpress
mtmamim on blogger
mtmamim on plurk
mtmamim on facebook
mtmamim on twitter
mtmamim on multiply
Email: muh_tamim@yahoo.com
My other blog: mtamim.com

Twitter

 

Add to Google
Add to Technorati Favorites

YM!

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30