You are currently browsing the tag archive for the ‘Sabar’ tag.
Tag Archive
Menghadapi Cobaan
October 31, 2008 in Islam | Tags: cobaan, Islam, Menghadapi Cobaan, Sabar | 1 comment
Setiap orang pasti pernah mengalami masalah, cobaan atau hal-hal yang tidak mengenakkan dalam kehidupan. TIdak saja masalah dialami oleh orang-orang miskin tak punya uang, namun masalah juga para konglomerat yang kekayaannya berjibun. Tak hanya orang kecil di desa pelosok, namun juga pejabat tinggi di kota besar.
Tadi ketika khutbah Jumat, khatib menyinggung bagaimana orang-orang menyikapi ketika cobaan itu datang. Diantara sikap-sikap itu al.
1. Marah. Orang menjadi merasa bahwa Allah tidak adil, tidak penyayang dsb.
2. Sabar. Dengan cobaan kita dapat menerimanya.
3. Ridlo. Rela Menerima dan menganggap semuanya adalah hal yang wajar/sudah sepatutnya.
4. Syukur. Mensyukuri bahwa dengan semua itu menadai tanda bahwa Allah masih mengasihi kita, meskipun dengan cara yang tidak kita sukai. Mungkin itulah cara Allah menegur atau menuntun kita.
Keempat-empatnya sebenarnya berujung kepada sikap kita kepada Allah. Bagaimana kita menganggap Allah. Padahal, seperti disebut dalam sebuah hadits qudsi, Allah itu seperti prasangkaan hamba-Nya (Kitab Hisnul Muslim).
Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.
Maka, dengan cobaan dan segala sesuatu yang tidak mengenakkan menimpa diri dan kehidupan kita, hendaklah kita mampu menyikapinya dengan tepat; kita bersabar, ridlo dan kalau bisa tetap bersyukur..
Melatih Kesabaran
January 23, 2008 in Personal | Tags: antri, Personal, Sabar | 3 comments

Saya sudah langganan untuk mengisi bensin di POM bensin dekat Bandara Adisucipto, terutama kalo mau pulang kampung.
Suatu ketika saya merasa agak jengkel dengan pelayanan di situ. Ceritanya gini. Waktu mau ngisi bensin kami harus antri. Ada dua lajur, saya pilih yang kiri karena kayaknya lebih sedikit yg antri. tapi ternyata lajur ini lambat sekali. Bahkan orang yang sama-sama masuk antrian ditambah 2 orang dibelakangnya, yang mengantri di lajur kanan, sudah terlayani. Uhh..Jengkel juga.
Setelah dapet giliran, saya baru tahu penyebabnya. Ternyata petugas pengisi bensinnya sudah sepuh. Bapak ini sepertinya saking hati-hatinya sehingga lambat sekali. Apalagi kalau menghitung uang kembalian.
Setelah melihat bapak ini saya tidak jadi jengkel. Saya merasa harus bisa berempati.
Bayangkan jika ia teledor menghitung kembalian, bisa dimaki orang (kalau kembalian kurang) atau nombok gantirugi (jika kelebihan).
Mungkin juga, dari bapak itu serta kejadian itu, saya bisa belajar untuk lebih sabar.

















Recent Comments