You are currently browsing the tag archive for the 'Personal' tag.

inhandlearningSepercik Hikmah merupakan kumpulan beberapa tulisan yang saya publikasikan di blog yang berisi tulisan dengan tema yang cukup beragam baik sifatnya pribadi, keagamaan, kemanusiaan, humaniora, teknologi dan lain-lain. Awalnya tulisan saya ini hanya untuk konsumsi pribadi dan teman dekat, namun saya pikir tidak ada salahnya juga dipublikasikan melalui aplikasi ponsel java yang dapat didownload masyarakat umum sehingga lebih banyak orang yang dapat membaca serta memungkinkan tidak hanya mereka yang selalu terkoneksi internet, namun pengguna ponsel pun dapat mengakses tulisan ini.

Sepercik Hikmah Volume 1 yang sudah beberapa bulan lalu saya luncurkan ternyata cukup banyak juga yang memberikan respon yang tidak saya duga. Umumnya cukup appreciate dan banyak juga yang menanyakan kapan volume lanjutan akan dipublikasikan. Akhirnya, di sela-sela kesibukan, saya dapat juga menyelesaikan aplikasi Sepercik Hikmah Volume 2 ini dan saya publikasikan untuk umum. Ada sekitar 30-an artikel yang saya masukkan dalam aplikasi ini. Selain itu, saya juga menambahkan fitur komentar yang dapat langsung dikirim melalui aplikasi ini dan akan dikirimkan via SMS (tarif normal).

Sepercik Hikmah Volume 2 dapat didownload dariinhandlearning

Kalau di komputer Anda terinstal JRE, Anda dapat mencoba aplikasi ini
disini. Mohon masukan/komentar jika Anda telah mencoba aplikasi ini.
Aplikasi ini dibuat menggunakan Java Mobile Edition (J2ME) dan dapat dijalankan di ponsel yang telah mendukung Java. Instalasi dapat dilakukan dengan mengakses inhandlearning.com/hikmah menggunakan browser ponsel dan pilih menu Download Hikmah 2. Jika Anda menggunakan PC, Anda dapat mendownload file JAR disini, lalu ditransfer ke ponsel melalui bluetooth atau infrared.

Aplikasi-aplikasi lain dapat didownload gratis dari inhandlearning.com.

Dont talk to strangers, demikian sebuah kalimat yang sering kita lihat/dengar di film-film. Ini juga pelajaran yang dapat saya ambil dari pengalaman beberapa hari lalu. Ketika menunggu kereta yang masih 1 jam lebih, saya menunggu di sebuah masjid. Awalnya saya duduk saja dulu. Waktu itu saya lihat ada bapak-bapak yang tuna netra dituntun anaknya yang mungkin berusia 6 tahunan yang anaknya ini juga terlihat ada keterbelakangan mental. Bapak ini menuju tempat wudlu dan anaknya ke toilet. Setelah wudlu si bapak ini membantu memakaikan celana anaknya lalu ke masjid dan sholat. Saya iba sekali. Lalu saya wudlu dan bapak ini sudah selesai shalat dan hendak keluar masjid. Di saat itu saya memberi sedikit uang untuk si bapak.

Setelah saya sholat saya duduk di teras masjid. Tiba-tiba ada seserorang mendekati. Dari basa-basi orang ini bercerita panjang lebar. Ceritanya mengharubiru. Saya pun sempat terkesima. Lama dia bercerita kalau dia sudah tidak punya uang untuk pulang. Katanya dia sebenarnya mau menagambil mobil, uang cash sudah habis, ATM tidak terbawa dsb. Intinya dia mau pinjam uang untuk beli tiket kereta, sekitar 150 ribu. Untuk meyakinkan, dia bilang kalau ini di masjid dan gak mungkin dia bohong. Saya mikir juga. Disatu sisi kasihan juga, di sisi lain waspada juga jangan-janga dia menipu. Setelah agak lama saya minta maaf karena tidak bisa membantu. Lalu dia minta nomor HP saja, katanya untuk menyambung silaturahmi. Saya sudah mau kasih tapi saya pikir lagi bagaimana kalau nanti gimana-gimana dengan nomor HP ini. Saya lalu kasih saja nomor yang jarang digunakan. Saya kira sudah selesai sampai disitu.

Sehari kemudian ada seseorang menghubungi nomor tersebut. Mencurigakan. Lagipula bicaranya aneh-aneh. Katanya nomor itu menghubungi dia, katanya mengganggu keluarganya dsb. Saya mengambil benang merah dari ketemu seseorang di masjid hari sebelumnya. Saya lalu bilang dengan agak ketus kalau saya tidak ada urusan dengan orang itu. Saya juga jadi agak paranoid karena sebelumnya dia bertanya posisi dimana mau kemana, atau jangan-jangan dia membuntuti dsb. Saya pernah baca ada modus dimana orang yang sebenarnya tidak kenal lalu dituduh macam-macam, akhirnya ujung-ujunganya hanya untuk dimintai uang.
Saya lalu membayangkan bagaimana ketika bertemu orang di masjid kemarin yang kemungkinan besar adalah penipu itu lalu di hipnotis atau gendam. Padahal saya kan bawa motor, ATM. Saya bersyukur tidak terkira ternyata Allah memang Maha Melindungi, di saat kita mungkin lengah dan tanpa sadar, hanya Allah-lah yang menjaga. Tak hentinya saya bersyukur.
Terimakasih Ya Allah

(Pesan moralnya, berhati-hatilah ketika di tempat umum, apalagi kalau sendirian. Jangan mudah percaya orang asing. Jangan memberikan informasi pribadi secara detail (ini berlaku juga untuk dunia maya baik di blog atau Plurk) dan tentu saja jangan lepas dari berdoa dan berlindung diri kepada-Nya).

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 Hijriyyah dan 1 Januari 2009 Masehi. Semoga apa yang telah kita lalui dari perjalanan hidup kita menjadi cermin untuk selalu belajar memaknai diri dan kehidupan. Dan semoga tahun yang akan datang akan menjadi tahun yang lebih baik. Semoga selalu dalam perlindungan dan penjagaan dari Allah dalam setiap langkah dan perbuatan. Amin.

Sewaktu ada tugas luar dinas di daerah di sebuah kabupaten di Jawa Timur, saya dan teman saya sempat berbincang agak lama dengan salah seorang pejabat di sana. Mulanya kami bicara seputar kegiatan kantor, sampai pejabat ini bilang kalau 3 bulan lagi sudah pensiun. Saya berpikir bapak ini dedikasinya besar, padahal sudah mau pensiun tapi masih memikirkan bagaimana menyiapkan dan menata pekerjaan yang nanti ditinggalkan agar bisa diteruskan dengan lebih mudah oleh penggantinya. Lalu teman saya bercerita bahwa bapaknya dulu ketika sudah pensiun lalu bertemu teman lamanya dan temennya bilang begini : “Wah, ternyata sudah pensiun to?” Dijawab bapak teman saya ini setengah bercanda, “Pensiun itu tidak mudah lho..”

Lalu diceritakan bapaknya tentang filosofi kelapa dan semangka. Katanya jangan seperti kelapa, yang dari awal tumbuh sudah di atas terus, pohonnya tinggi, susah mau mengambil buah, mengambil buahnya pun dengan dibanting di tanah, mengambil daging buahnya di pecah dulu, lalu diparut dan diperas. Kalau semangka, dari awal sudah dibawah, ibaratnya ditendang-tendang, tapi kalau sudah matang mengambil buahnya jadi mudah, terus mau makan diletakkan di meja, diiris pakai pisau yang bersih. Intinya kalau jadi orang jangan minder kalau memulai dari bawah, dari yang semula tidak dihargai tapi pada akhirnya ketika kita menunjukkan kesungguhan dan kebaikan maka orang akan menghargai sepenuhnya
(seperti semangka). Jangan seperti kelapa yang dari awal sudah selalu enak dan mudah, jangan-jangan nanti pada akhirnya malah dicemooh dan tidak dihargai orang. Begitu juga dengan profesi kita, mungkin kita memulai dari nol, tapi ketika pensiun kita menunjukkan kerja yang membanggakan. Jangan ketika dari awal sudah di posisi enak ternyata mau pensiun saja malah susah, tersandung masalah lah, atau post power syndrom lah, dan lain-lain.

Mendengar itu pejabat yang kami temui terdiam sesaat, lalu beliau mulai membuka ceritanya, dengan mata yang hampir berkaca-kaca. Beliau memulai cerita bahwa dulu ketika kecil hidupnya cukup susah. Orangtuanya hanyalah penjual tempe. Ketika ada kesempatan sekolah beliau meneruskan sampai tingkat SLTA. Sebenarnya dulu disuruh sekolah guru, karena ibunya ingin sekali anaknya menjadi guru. Namun, bukannya durhaka, karena merasa tidak cocok, diam-diam beliau tidak melanjutkan ke SPG seperti keinginan ibunya, tapi ke SMA umum karena memiliki cita-cita lain. Beliau bercita-cita menjadi tentara di Angkatan Udara. Katanya, beliau senang sekali kalau melihat gambar pesawat tempur dan ingin suatu saat menjadi pilotnya. Lulus SLTA beliau mendaftar di AKABRI. Semua ujian sudah dilalui dengan nilai memuaskan, dan dinominasikan di Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Namun, nasib berkata lain, beliau gagal dalam satu ujian, berenang!

Sempat frustasi, beliau-pun akhirnya memulai hidup lagi, kali ini beliau memutuskan untuk menjadi kuli bangunan. Namun waktu itu beliau berprinsip kita boleh saja menjadi kuli, tapi jangan bermental kuli. Pekerjaan ini dilakoni sampai sekitar 9 bulan. Sambil menjadi kuli beliau melihat salah satu sekolah dan merasa kok sepertinya menyenagkan juga menjadi guru. Akhirnya beliau mendaftar menjadi guru honor di sekolah tersebut. Setelah beberapa waktu mengajar, akhirnya muncul kebosanan juga dan memutuskan untuk keluar. Namun, ketika belum sempat keluar, sekolah itu mengikuti turnamen yang diikuti sekolah-sekolah dan dinas pendidikan. Berbekal kemampuan di salah satu olahraga, yaitu bulu tangkis, beliau menang di cabang itu. Oleh orang dinas beliau lalu ditawari bekerja di dinas pendidikan. Akhirnya bapak ini bekerja di dinas meski serabutan mbantuan banyak pekerjaan. Karena pekerjaan bagus makin lama makin dipercaya sampai akhirnya diangkat PNS dan akhirnya belasan tahun kemudian dipercaya menjadi pejabat. Dengan jalan hidup yang tidak mudah seperti ini beliau mengaku justru lebih bisa melihat hikmah, juga bisa lebih bisa menghargai kerja dan perjuangan orang lain maupun berempati dengan kesulitan orang. Beliau mengaku tidak pernah dan tidak mau menerima sepeserpun ketika mengurusi banyak pekerjaan yang berhubungan dengan mutasi guru, pengangkatan kepala sekolah dan hal-hal lan yang sebenarnya berpotensi sebagai lahan basah. Bahkan sekedar amplop uang lelah dari kami karena telah membantu pekerjaan kami, langsung disarankan untuk diserahkan ke bawahan yang mengurusi langsung pekerjaannya, tanpa pernah menyentuh ataupun ingin tahu jumlah isi amplop tersebut.

Saya terkesan dan terharu, ternyata masih ada juga pejabat yang jujur dan penuh dedikasi seperti bapak ini. Dan ketika berpamitan saya mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga akhir jabatan beliau menjadi akhir yang khusnul khatimah dan bermanfaat bagi orang banyak.

Saya dan beberapa teman memiliki langganan makan di salah satu angkringan. Dulu kami sering mampir ke angkringan ini setelah pulang kantor. Kadang selain makan, kami ngobrol lama sampai malam. Bapak dan ibu penjual angkringan ini sampai hafal. Sekarang, meski jarang ngangkring bareng, biasanya angkring itu jadi tempat absen. Kalau makan di situ pasti dibilang kalo si A barusan dari situ, atau nanya si B kemana kok beberapa hari nggak nongol. :-)
Ada yang unik dari angkring ini, selain makanannya cukup sesuai selera kami, penjualnya juga ramah. Bapak dan ibu penjual angkring ini lugu sekali. Si bapak biasanya menyerahkan urusan hitung-menghitung kepada si ibu karena untuk urusan menghitung bapak ini terlihat tidak begitu menguasai. Misalnya menghitung harga gorengan yang Rp.500 per biji kalau jumlahnya tiga ke atas sering lama menghitungnya dan kadang salah. Saya beberapa kali membantu menghitungkan kalau si bapak kesusahan menghitung dan seringkali memang selisih dan merugi beberapa ratus rupiah. Perlu diingat bahwa bagi penjual angkring pinggir jalan, uang segitu sangat berharga. Pernah suatu malam ada pembeli yang membayar, setelah dihitung ulang dan ternyata kembalian rugi Rp.500, padahal pembeli sudah pergi. Saya cuma komentar, “Ya sudah pak, diniatkan shodaqoh”, begitu saya bilang. Si Bapak cuma tersenyum

Pernah juga satu kali bapak itu bertanya kalau ngantor seperti kami gaji bulanannya berapa (dia tidak nanya langsung sih, tapi bertanya begini, “Si mbak itu sebulan gaji nya sampai berapa?”). Dia bertanya apakah sampai Rp.400 ribu. Wah, kami juga agak repot menjawabnya. Jadi cuma menjawab ada. Dia berkata lagi, “Wah, lumayan besar ya”. Saya lalu berfikir mungkin gaji Rp.400 ribu sebulan bagi bapak itu memang sesuatu yang memang besar (seperti rugi kesalahan menghitung kembalian yang bagi kita hanya receh yang tak begitu berharga). Belum lagi kalau dihitung jika dagangan nggak laku atau resiko yang lain.

Saya lalu berfikir lagi, alangkah tidak bersyukurnya saya kalau masih saja merasa rejeki selalu kurang, padahal tiap awal bulan sudah tinggal tanda tangan dan terima amplop gaji, tak perlu mikir punya dagangan yang akan basi kalau tidak laku, atau modal yang tidak balik seperti si Bapak dan Ibu penjual angkringan dan banyak saudara-saudara kita lainnya.
Maaf dan terima kasih, Ya Allah…

“Bersyukurlah karena Allah akan menambahkan nikmat jika kita mau mensyukurinya”…


Seperti yang saya tulis disini, insiden pelemparan sepatu Presiden Bush di Iraq oleh seorang jurnalis menuai banyak tanggapan salah satunya adalah munculnya game online Sock and Wave. Game unik ini memungkinkan orang dari seluruh dunia untuk ikut “melempar sepatu kepada Bush”. Game ini ternyata menjadi hits. Dan detik ini saat saya posting sudah ada 44 juta sekian sepatu yang telah mengenai muka Pak Bush. Yang menarik ternyata negara paling banyak yang ikut melempar sepatu adalah negeri si presiden ini, Amerika Serikat!!!

Bahkan di dunia nyata, seperti saya lihat di TV semalam, di AS sendiri, juga ada demonstrasi yang memperolok Bush. Salah seorang pendemo mengenakan kostum boneka mirip Bush, sementara orang-orang melemparinya dengan sepatu.

Sungguh, sebuah kado mengenaskan di akhir jabatan.

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian disempurnakan menjadi seratus kali dengan membaca “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syain qodir, maka diampuni Allah segala kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan.”? (H.R. Muslim)

Sejak kecil saya diajari untuk membaca dzikir sesudah sholat fardlu seperti pada hadits diatas, yakni membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33+1 sehingga genap semuanya menjadi 100. Untuk menghitung jumlah dzikir tersebut banyak orang yang menggunakan tasbih yang berjumlah 100 butir dan setiap butir ke 33 ditandai dengan satu butiran berbeda.

Namun, untuk berzikir dengan jumlah tertentu ini saya diajari untuk menghitung nya bukan dengan tasbih, tapi dengan tangan. Bagi beberapa orang ada yang menghitung menggunakan jari dengan setiap jari dianggap satu hitungan sehingga satu putaran (semua jari kanan dan kiri) berjumlah 10, jadi ada 3 kali putaran (sehingga jumlah nya menjadi 30) lalu ditambah 3 sehingga menjadi 33.

Kalau saya diajari ayah saya agak berbeda. Karena setiap jari memiliki 3 ruas, jadi untuk berzikir dengan satu jari sebenarnya dapat untuk menghitung 3 kali zikir, satu hitungan untuk setiap ruas (dan sambil membaca satu dzikir kita menyentuh setiap ruas jari supaya tidak lupa). Hitungan dimulai dengan ibu jari kanan untuk hitungan 1-3, telunjuk untuk 4-6, dst dilanjutkan tangan kiri. Sehingga untuk 10 jari bisa langsung 30 kali dan untuk menggenapkan ditambah lagi 3 sehingga menjadi 33. Ada juga variasinya yaitu kita hanya menggunakan jari tangan kanan sehingga untuk sekali putaran menghitungnya dengan memutar balik dari ibu jari-kelingking dilanjutkan kelingking-ibu jari lagi.

Semoga bermanfaat dan semoga dengan banyak berdzikir hati kita akan menjadi tenteram.

Baca juga posting terkait:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/berdzikir-membuat-hati-tentram-benarkah.html
http://addaani2008.wordpress.com/2008/07/28/mengapa-dzikir-pertama-33-kita-subhanallah/

Kali ini saya mengajar untuk materi blog untuk pengawas SMP. Harus ekstra cepat karena waktunya sangat singkat. Biasanya langkah paling sulit ada pada saat pendaftaran (register) terutama pada aktifasi email. Untuk mempermudah aktifasi maka saya gunakan trik di gmail, jadi saya hanya gunakan satu akun untuk mendaftarkan banyak akun di WordPress.

Entah kenapa rasanya dari tahun ke tahun cuaca semakin panas saja. Hari-hari ini saja betapa tersiksanya kalau pergi keluar di saat terik. Selama beberapa waktu di Bandung, yang awalnya bagi saya terasa dinginnya, saya merasakan semakin lama semakin panas. Di beberapa kota dilaporkan sudah mencapai 36 derajat Celcius

Meningkatnya suhu ini kabarnya memang merata di seluruh Indonesia. Di Jogja, meski sesekali diguyur hujan sebentar, dalam beberapa menit saja awan langsung  menghilang dengan cepat.
Wah ini efek globar warming atau apa ya?

Sudah sejak usai lebaran ini isi ulang air Aqua dalam galon menghilang dari pasaran. Saya sempat muter-muter ke beberapa tempat sambil mbawa galon kosong ternyata jawabnya sama juga, stok kosong.. Ada apa gerangan? apakah ada masalah distribusi? atau stok habis?

Dan ternyata, setelah baca-baca blog, hilangnya Aqua ini bukan cuma di Jogja, Pak Budi Raharjo di Bandung pun ternyata mengalami masalah serupa. Akhirnya saya beli air isi ulang lain..

Ramadhan sebentar lagi usai. Ramadhan yang akan meninggalkan kita. Mungkin pernah kita merasakan ada seseorang yang kita sayangi, entah teman atau saudara , orang yang biasanya dekat dan menyatu di kesehariannya tiba-tiba akan pergi. Kita setiap harinya tidak merasakan keberadaannya karena sudah include di kehidupan kita. Namun, ketika dia bersiap pergi kita baru sadar bahwa akan ada sesuatu yang “hilang”. Kita seperti menyesal mengapa selama ini membiarkan begitu saja kebersamaan itu. (atau bayangkan semisal dulu waktu tiba-tiba menyadari kalau sudah mau lulus SMA ;-) )

Ramadhan inipun rasanya seperti itu. Betapa semua berlalu dengan cepat. Kita hanya mampu mengecap sedikit saja kenikmatan beribadah di Ramadhan ini dan tiba-tiba sudah hampir usai…?? Mengapa kita membiarkannya saja selama ini? Sudah sedemikian pantaskah kita selama ini menyambutnya? Kapankah lagi kita akan bertemu?

Namun, after all, meski sangat sedikit dari ibadah kita itu, mudah mudahan yang sedikit itu menjadi amal yang diridhai Allah. Dan karena waktu tak mungkin berbalik, Ramadhan harus pergi. Kita hanya berharap Allah akan mempertemukan lagi di waktu berikutnya di kehidupan kita, dan mudah-mudahan pada waktu itu kita akan lebih siap lagi untuk menyambutnya…

Selamat Idul Fitri. Taqabbalallahu minna wa minkum minal aidin walfaizin…

Film Laskar Pelangi konon mulai tayang 25 September ini. Saya belum tahu kapan bisa nonton. Yang pasti ini film yang saya tunggu-tunggu. Saya sendiri termasuk anak yang tumbuh dan besar di lingkungan kampung yang relatif sederhana. Dulu sekolah saya juga sekolah Muhammadiyah yang sederhana, awalnya berdinding gedeg, papan, atau seng. Dulu kalau pelajaran sekolah seringakali mengintip keluar kelas karena dinding seng nya berlubang cukup besar, trus kalau ada orang yang kenal dan kebetulan lewat di jalan di luar seng itu suka menyapa :-)

Seringkali kalau saya mengajar anak-anak di kampung selalu menekankan untuk tidak minder karena apapun; ekonomi, sosial, sekolah yang jelek, dll. (minder ini seperti penyakit yang selalu menghinggapi kami, anak-anak kampung). Ya, meski sekarang sekolah-sekolah kami sudah lumayan bagus (setidaknya lebih baik dari jaman saya) tapi dari sisi fasilitas memang masih jauh dari ideal. Guru-gurunya pun sekarang guru honorer semua, dengan semua berlatar belakang pendidikan Sarjana Agama yang harus mengajar semua bidang studi, dari pelajaran agama (Fiqih, Quran-Hadits, Akhlak) sampai pelajaran “berat” seperti Matematika dan IPA. Fasilitas juga minim, kalau ngajar masih menggunakan kapur dengan papan tulis usang yang kalau ditulisi akan berderit-derit. Pemerintah sendiri sepertinya juga masih kurang perhatian dengan sekolah-sekolah swasta seperti sekolah Muhammadiyah di tempat kami ini…

Saya sendiri berharap nantinya dapat melihat anak-anak akan mendapat pendidikan yang cukup layak mengingat banyak potensi yang saya lihat di mereka ini masih banyak yang belum tergali dan dieksplorasi. Namun meski dengan keterbatasan itu semua saya juga selalu berharap nantinya akan lahir laskar-pelangi di setiap generasi, disetiap pelosok negeri ini…

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia…

Meski udah punya banyak blog, saya masih pengin punya blog lagi dengan nama dan pengelolaan sendiri. (Apalagi sayang juga kalau punya blog dan rame pengunjung tapi gak bisa dikasih kode Adsense :-) ). Akhirnya saya pesen nama domain http://mtamim.com. Saya juga instal engine WordPress di sana. Jadi temen-temen yang telah berkunjung ke sini, jika berkenan, silahkan berkunjung ke “rumah” baru saya ini.

Oya, karena hosting mtamim.com ini saya pasang sama dengan hosting inhandlearning.com, dan traffik ke inhandlearning melonjak drastis setelah website diulas di beberapa tabloid dan setelah saya diundang di eLifestyle Metro TV serta tampil juga di Periskop Metro TV, (juga wawancara di ELTIRA FM) sehingga bandwith hosting saya mencapai limit, maka kemungkinan sampai akhir bulan ini beberapa website saya di hosting yang sama (termasuk blog baru saya) belum bisa diakses sampai tanggal 1 bulan depan.

Meski sudah punya blog dengan nama sendiri, blog saya yang lain masih akan saya pertahankan.

Setelah beberapa waktu lalu mendapat kiriman cek dari Google Adsense, siang tadi saya mencairkan di BNI.  Potongannya cukup besar, $20 untuk proses pencairan dan $19 untuk fee BNI (kalo gak salah). Prosesnya sekitar 40 hari.

Usai mencairkan cek, saya memutuskan untuk sekalian membuka rekening tabungan haji. Sebenarnya sudah agak lama saya berkeinginan membuka rekening ONH, jadi mumpung di BNI saya sekalian buka tabungah haji di sana, yaitu THI Mudharabah. Bismillah, meski belum tahu kapan bisa melunasinya, saya memutuskan untuk memulai meng-anggarkan dana dan rekening khusus untuk ibadah ini. (Mungkin nanti juga membuka satu rekening lagi untuk istri  :-) )

Untuk setoran awal di tabungan haji ini minimum Rp.500 ribu.  Sebagai gambaran untuk biaya, saya cari informasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau ongkos naik haji 1429/2009 dari situs DEPAG . Berikut ini biaya haji untuk beberapa embarkasi di Indonesia

Untuk embarkasi Aceh, biaya penerbangan dan biaya operasional di Arab Saudi sebesar 3.258 dolar AS dan biaya operasion dalam negeri Rp501.000. Bagi calon jemaah haji yang berangkat melalui embarkasi Medan, biaya penerbangan haji dan operasional di Arab Saudi yang harus dibayar sebesar 3.292 dolar AS dan biaya operasional dalam negeri sebesar Rp501.000 serta untuk embarkasi Batam biaya untuk masing-masing komponen berturut-turut 3.292 dolar AS dan Rp501.000.

Sementara bagi calon jemaah haji yang berangkat melalui embarkasi Padang, biaya penerbangan dan biaya operasional di Arab Saudi yang harus dibayar 3.258 dolar AS dan biaya operasional dalam negeri Rp501.000.

Calon jemaah haji yang berangkat melalui embarkasi Palembang mesti membayar 3.379 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Jakarta 3.430 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Solo 3.379 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Surabaya 3.430 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Banjarmasin 3.517 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Balikpapan 3.517 dolar AS dan Rp501.000 dan Embarkasi Makassar sebesar 3.517 dan Rp501.000. 

Mohon doanya ya, mudah-mudahan Allah meridhai.
Labbaika ya Allah…

Minggu ini saya mengikuti Training On Web-Based Course Development kerjasama P4TK Matematika dengan SEAMOLEC. Sesi siang ini adalah membuat blog. Karena sudah biasa utak atik blog (kadang malah ngajar blog untuk training guru :-) ) maka saya lebih banyak update blog dan mencoba photo-blog dari Sony Ericcson K610i. Sebelumnya saya sudah sering melihat ada menu Blog This setiap kali membuka foto di HP ini, namun belum pernah mncoba. Kali ini saya mencoba mengirim beberapa foto dari HP ini ke blog dengan menu bawaan dari K610i. Ternyata mudah sekali. Begitu salah satu foto dibuka dan dipilih menu Blog This maka HP akan otomatis terkoneksi ke Blogger dan foto langsung terupload. Sayangnya saya tidak tahu bagaimana mensetting alamat di blogger-nya. Dari menu K610i ini saya langsung mendapatkan alamat blog di http://offwit425.blogspot.com/.

Praktis sekali. Namun karena proses ini menggunakan GPRS maka kita akan dikenai biaya. Saya pakai kartu IM3 dan setiap satu foto terkena biaya sekitar Rp.200. Meski biasanya bisa posting WP dari HP, tapi untuk upload foto masih susah. Namun dengan fitur dari Sony Ericcson ini sekarang bisa ngeblog (utamanya upload foto dari HP) anytime anywhere…

Update:

Setelah saya utak-atik dikit akhirnya saya bisa mengeset tujuan upload foto dari mobile blogging di K610i ke http://mtamim.blogspot.com

Kebetulan pagi tadi sehabis sahur saya nonton TV sambil nunggu subuh. Sempat pindah-pindah nonton beberapa stasiun TV dan pas lihat acara Periskop di Metro TV, nggak taunya ada tayangan mengenai website inhandlearning.com dan ada wawancara pula dengan saya yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu di kantor. Gambar ini sebenarnya diambil untuk acara E-Lifestyle yang tayang minggu lalu, namun ternyata dipakai juga di acara Periskop.
Di liputan ini ditayangkan sekilas mengenai apa yang telah saya lakukan utamanya dalam mengembangkan mobile application untuk dakwah.

Sayangnya tadi nggak sempat merekam :-(

Foto Wawancara Saya Dengan Mas Sony Dari Metro TV.

Ini pengalaman pertama saya on-air di radio. Saya diundang sebagai narasumber di ELTIRA FM Jogja dalam acara talkshow Classic Corner dengan tema pemanfaatan IT untuk dakwah, khususnya memanfaatkan ponsel. Dipandu oleh penyiar ELTIRA yaitu mas Ridho, acara ini berlangsung dari jam 20.00-21.00. Tidak seperti di TV, siaran di radio relatif lebih rileks, karena kita tidak perlu kelihatan mukanya di depan publik :-) Kayak ngobrol biasa aja.

Materi talkshow banyak berkisar tentang pemanfaatan HP untuk dakwah, termasuk bagaimana teknis instalasi serta ragam konten yang dapat diinstal di HP. Tidak seperti di Metro TV yang sangat singkat, acara di ELTIRA ini lumayan longgar waktunya jadi bisa bincang-bincang lebih dalam.

Photo By Omietha

Setelah kemarin tampil di Metro TV, kali ini giliran sebuah radio di Jogja yang mengundang saya untuk sebuah wawancara mengenai teknologi informasi, yaitu Radio Eltira FM. Insyaallah siarannya Rabu, 10 September, jam 8 malam. Bagi kawan-kawan di Jogja dapat memantau ELTIRA di frekuensi 102.1 FM dan bagi yang di luar Jogja dapat mendengarkan dari streaming di http://www.eltirafm.com

Doakan lancara ya..

Akhirnya Ahad, 7 September 2008 jam 09.05 jadi juga tampil di Metro TV. Acaranya di e-lifestyle dengan tema dakwah virtual. Presenternya adalah Mas Ferly Junandar dan narasumber satunya adalah Pak Tossa (dari MIFTA).

Agak tegang juga mulanya, apalagi ketika waktu kurang beberapa menit. Kami menunggu Headline News yang kebetulan disiarkan dari meja sebelah. Awalnya agak susah menjawab pertanyaan karena grogi :-) tapi setelah beberapa saat cukup lancar juga. Alhamdulillah..

Ternyata pembahasan lebih banyak mengarah ke mobile application yang ditujukan untuk dakwah dan banyak membahas situs inhandlearning.com

Acaranya memang singkat sekali. Beberapa pertanyaan tidak sempat dibicarakan karena waktu yang sangat singkat. Usai acara kami sempat foto bareng.

Posting Terkait

Beberapa hari lalu saya dihubungi pihak Metro TV untuk diundang menjadi narasumber acara e-Lifestyle hari ahad tanggal 7. Hari kamis kemarin sudah ada reporter dari Metro TV Biro Jogja yang datang ke kantor, ngambil gambar sama sedikit wawancara. Tema yang diangkat seputar pemanfaatan teknologi untuk dakwah, khususnya teknologi seluler.

Rencananya saya berangkat lebih awal hari sabtu besok pagi karena ini siaran langsung dan saya harus datang di studio Metro TV Jakarta. Tahun lalu saya juga menjadi narasumber di acara yang sama, namun dilakukan secara jarak jauh (saya di Jogja) dan direkam (bukan siaran langsung).

Doakan ya…

Jangan lupa nonton…

Ramadhan kali ini saya mendapati ada beberapa media cetak yang mempublikasikan beberapa aplikasi ponsel yang pernah saya buat. Sedikitnya ada dua tabloid yang memuat aplikasi saya, yaitu Tabloid Pulsa dan NewsPonsel. Hanya saya agak sedikit kurang ‘nyaman’ dengan liputan-nya Tabloid Pulsa. Di sana dituliskan ada kumpulan aplikasi-aplikasi ponsel yang bisa didownload yang menurut saya agak ‘mengaburkan’ tentang  siapa  yang  membuat aplikasi ybs. Menurut  saya  tabloid PULSA perlu lebih hati-hati lagi mengutip sumber. Di artikel tersebut, Tabloid Pulsa merujuk ke beberapa blog yang berisi link ke aplikasi-aplikasi yang dapat didownload. Perlu diingat bahwa blog merupakan media yang relatif ‘kurang cukup kredibel’ untuk dirujuk sebagai sumber apalagi oleh media se-kelas tabloid PULSA, mengingat orang bisa menulis apapun di blog. Pada tulisan Pulsa ini pihak pengembang aplikasi malah agak kurang ditonjolkan dan cenderung dapat merugikan pengembang asli nya. Lucunya, setelah saya cek, blog yang  dimuat pulsa tersebut ternyata mengambil sumbernya dari blog saya ini. Pertanyaannya kenapa malah bukan blog saya yang ditampilkan (secara saya yang membuat aplikasi tsb :-( ). Sebenarnya boleh-boleh saja blog menjadi pintu awal untuk melakukan pencarian informasi, tapi setelah ditemukan sumber asli hendaknya sumber asli tersebut yang dijadikan rujukan resmi. Sebagai misal ketika mencari aplikasi ponsel, kita dapat saja mengikuti link yang dimuat di blog, tapi ketika menemukan aplikasi ybs hendaknya dilihat apakah ada link dari pengembang asli (saya biasanya menampilkan alamat web saya di aplikasi yang saya buat). Ketika aplikasi diulas ya sumber asli itu yang ditampilkan.

Saya berharap PULSA dapat lebih jeli lagi deh.

Dulu, sebelum kuliah lagi, saya dan beberapa teman suka berlatih main tenis. Tapi, karena harus meneruskan kuliah latihan tenis-pun terhenti, padahal belum bisa. Kemarin saya mencoba lagi berlatih tenis dengan teman-teman.

Istirahat karena kelelahan

Saya banyak menemukan beberapa perilaku yang sama dari beberapa diklat yang kebetulan saya bawakan materinya. Dari beberapa perilaku peserta saya bisa mengambil kesimpulan (yang mungkin subyektif) kalau budaya membaca kita sungguh sangat kurang dan cenderung takut berinisiatif. Beberapa kali dari peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat teknis dan terkadang pertanyaaan serupa sebenarnya sudah diajukan peserta lain.  Karena saya mengajar materi teknis semisal membuat blog, saya pun membuat modul yang sudah saya rancang secara urut, langkah per langkah. Yang membuat saya heran adalah untuk mengerjakan langkah-langkah ini saya harus menuntun hampir secara personal. Saya seringkali menunjukkan modul di halaman ke sekian untuk langkah tertentu dan tinggal mengikuti, tapi kebanyakan tetap tidak mau membacanya dan lebih suka praktek mengikuti instruktur dan bertanya kalau ada kesulitan. Tidak jarang malah mereka mengikuti langkah yang dipraktekkan dan menulis langkah tersebut tanpa membuka modul. Waduh, padahal saya yakin di modul tersebut lebih detil bahkan disertai ilustrasinya. Kayaknya memang kultur (pendidikan) kita seperti itu.

Tak sengaja, waktu break istirahat beberapa instruktur senior ternyata memperbincangkan hal yang sama…

Pembajakan di Indonesia memang memprihatinkan. Kini tidak saja software buatan luar negeri yang dibajak, software buatan bangsa sendiripun jadi korban. Dulu pernah ada dosen saya yang berkisah tentang software yang beliau buat yaitu tools penerjemah Bahasa Inggris-Indonesia. Karena beliau memang pakarnya, hasil terjemahan dengan software ini cukup bagus. Namun, ternyata karya ini tiba-tiba dijual di publik sebagai CD bajakan. Bukan cuma itu, beliau bilang ada seseorang yang beli CD itu lalu karena mungkin merasa kurang puas, komplain dan mencak-mencak. Waduh, ini udah jadi korban pembajakan dan dimaki-maki orang. Udah jatuh, ketimpa tangga, kejatuhan gentengnya pula… :) )

Kemarin saya mendapat SMS dari seseorang yang bertanya dan mungkin akan komplain tentang aplikasi Java yang pernah saya buat. Namun setelah saya jelaskan, dia jadi tahu duduk perkaranya. Dia mengaku membeli CD berjudul Islam Gallery di salah satu toko buku di Kwitang. Di CD itu ada beberapa software yang pembuatnya adalah saya. Saya tentu saja bingung karena tidak pernah menjualnya. Saya saat ini hanya mempublikasikan aplikasi saya melalui website. Yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah katanya dia mendapat nomor HP saya dari CD tersebut..
Saya sih gak masalah kalau aplikasi freeware saya disebarkan asalkan bukan untuk tujuan komersil dan saya tekankan di sini kalau saya tidak menjual aplikasi di beberapa CD yang beredar tersebut dan tentu saja bukan tanggung jawab saya jika anda membeli CD itu dan mendapati ada kerusakan teknis atau semacamnya. Namun, jika berkait dengan masalah isi/materinya, saya dengan senang hati akan menerima masukan, kritik dan saran.

Saya punya banyak teman (meski tidak banyak sekali) dan saya selalu berusaha menjaga pertemanan itu apapun keadaannya. Bahkan banyak teman TK atau SD saya yang masih berhubungan hingga kini. Teman bagi saya seperti charger, ketika kita sedang drop, teman-lah yang menjadi sumber energi untuk terus survive. Saya tidak akan menjadi seperti sekarang ini tanpa bantuan dan dukungan teman-teman saya. Saya-pun berusaha sebaliknya, berusaha berperan menjadi teman yang terbaik, meski tentu saja jauh dari sempurna. Walau Kadang kala hanya sekedar urun rembuk sepatah dua patah menyemangati atau menghibur. Saya sendiri sering merasa sepatah kata dari teman bisa menjadi motivasi yang berharga, bahkan meski orang yang memberi urun-rembuk tadi tidak merasa.

Namun, di kesempatan lain ada juga teman yang seperti menjadikan kita ini seperti “tempat sampah”.. Karena dia tertekan atau stres sementara mau melawan tidak berani akhirnya teman sendiri yang menjadi pelampiasan kekesalan (ya, beraninya dengan teman :-D ). Saya kadang mengalami juga (baik jadi korban atau pelakunya. heehehe), meski setelah semua tercurahkan akhirnya minta maaf. Tapi itulah bunga-bunga persahabatan. Saya pikir, dengan kita menjadi tempat sampah tadi pun, kita telah membantu dia melepaskan tekanan bebannya.. dan bukankah itu gunanya teman..

Dan, mendengar tone SMS dari seorang teman, saya jadi ingat sebuah lagu lama That’s what friends are for. Videonya bisa dilihat disini.


And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try to feel
The way we do today
And then if you can remember

Keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well, you came and opened me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you

Whoa, and then for the times when we’re apart
Well, then close your eyes and know
These words are comin’ from my heart
And then if you can remember, oh

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
In good times, in bad times
I’ll be on your side forever more
Oh, that’s what friends are for

Whoa… oh… oh… keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, oh, for sure
‘Cause I tell you that’s what friends are for
For good times and for bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for (That’s what friends are for)

On me, for sure
That’s what friends are for
Keep smilin’, keep shinin’


About Me
.



download tutorial blog wordpress

mtmamim on wordpress
mtmamim on blogger
mtmamim on plurk
mtmamim on facebook
mtmamim on twitter
mtmamim on multiply
Email: muh_tamim@yahoo.com
My other blog: mtamim.com

Twitter

 

Add to Google
Add to Technorati Favorites

YM!

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30